Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, KAI Sampaikan Permohonan Maaf: Fokuskan Proses Evakuasi
Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, KAI Sampaikan Permohonan Maaf: Fokuskan Proses Evakuasi

Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, KAI Sampaikan Permohonan Maaf: Fokuskan Proses Evakuasi

LintasWarganet.com – 27 April 2026 | Pada pagi hari ini, Stasiun Bekasi Timur menjadi saksi kecelakaan serius ketika kereta listrik komuter (KRL) bertabrakan dengan Kereta Api (KA) Argo Bromo, layanan antarkota yang dikelola PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kedua rangkaian kereta tersebut mengalami benturan di jalur utama stasiun, menyebabkan kerusakan pada pintu masuk gerbong serta gangguan operasional sementara.

Setelah insiden, tim penyelamat dari KAI bersama aparat kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera dikerahkan ke lokasi. Fokus utama mereka adalah mengevakuasi penumpang yang masih berada di dalam kereta, memberikan pertolongan pertama kepada yang terluka, serta mengamankan area agar tidak terjadi kepanikan lebih lanjut.

KAI mengeluarkan pernyataan resmi yang menekankan dua hal penting: permohonan maaf kepada seluruh penumpang dan publik, serta komitmen penuh untuk mempercepat proses evakuasi. Pihak perusahaan menegaskan bahwa semua sumber daya akan diarahkan pada penanganan korban sebelum memikirkan pemulihan layanan.

  • Tim evakuasi mengevakuasi sekitar 120 penumpang dari kedua kereta.
  • 35 orang dilaporkan mengalami luka ringan, 5 orang membutuhkan perawatan di rumah sakit.
  • Belum ada laporan korban jiwa.
  • Jalur kereta tetap ditutup selama tiga jam untuk investigasi awal dan pembersihan puing.

Selanjutnya, KAI akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab tabrakan, termasuk pemeriksaan sinyal, prosedur pengaturan jalur, serta faktor manusia. Hasil temuan akan dijadikan dasar perbaikan prosedur operasional demi mencegah kejadian serupa di masa depan.

Penumpang yang terdampak diminta menunggu informasi lebih lanjut melalui kanal resmi KAI. Sementara itu, perusahaan menegaskan bahwa layanan kereta akan kembali normal secepatnya setelah area dinyatakan aman.