Kopaska Gelar Latihan Operasi Penyelamatan Sandera dari Pesawat
Kopaska Gelar Latihan Operasi Penyelamatan Sandera dari Pesawat

Kopaska Gelar Latihan Operasi Penyelamatan Sandera dari Pesawat

LintasWarganet.com – 27 April 2026 | Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut mengadakan latihan operasi penyelamatan sandera dari pesawat sebagai bagian dari persiapan tahun anggaran 2026. Latihan ini dilaksanakan di wilayah perairan selatan Pulau Jawa dengan melibatkan unit-unit elit TNI AL serta dukungan tim medis dan logistik.

Tujuan utama latihan adalah menguji kemampuan taktis, koordinasi antar unit, serta keefektifan peralatan penyelamatan dalam situasi krisis udara. Selama latihan, tim Kopaska mensimulasikan skenario di mana sebuah pesawat sipil mengalami kerusakan dan penumpang terperangkap di dalam kabin, menuntut evakuasi cepat dan aman.

Berikut tahapan utama yang dilaksanakan:

  • Pra-persiapan: Briefing intelijen, pengecekan peralatan, dan simulasi kondisi darurat.
  • Penyelamatan dari air: Helikopter SAR menurunkan tim penyelamat ke atas permukaan laut, sementara kapal pendukung menyiapkan zona evakuasi.
  • Ekstraksi sandera: Tim Kopaska menggunakan peralatan selam khusus untuk masuk ke dalam struktur pesawat yang tenggelam, membuka pintu darurat, dan mengevakuasi sandera satu per satu.
  • Evakuasi akhir: Sandera dipindahkan ke kapal induk terdekat untuk perawatan medis dan debriefing.

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kecepatan respons dan koordinasi antara elemen udara, laut, dan darat. Komandan Kopaska, Letkol (P) Agus Setiawan, menyatakan bahwa latihan ini memperkuat kesiapan pasukan dalam menghadapi ancaman terorisme atau kecelakaan penerbangan di wilayah perairan Indonesia.

Berikut ringkasan data utama latihan:

Aspek Detail
Lokasi Perairan selatan Pulau Jawa
Tanggal 22-24 April 2026
Jumlah peserta 120 personel Kopaska, 30 personel medis, 15 awak helikopter
Alat utama Helikopter SAR, kapal pendukung, peralatan selam berteknologi tinggi

Latihan ini diharapkan menjadi acuan bagi unit-unit lain dalam meningkatkan prosedur penyelamatan darurat, sekaligus menegaskan komitmen TNI AL dalam menjaga keselamatan penerbangan di wilayah perairan nasional.