Berharap Bisa Dipulangkan dengan Selamat, Keluarga Korban Pembajakan Kapal di Somalia Minta Bantuan Prabowo

LintasWarganet.com – 26 April 2026 | Keluarga korban pembajakan kapal tanker Honour 25 yang terjadi di perairan lepas pantai Somalia menuntut agar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, segera menanggapi kasus tersebut. Kapal tersebut mengangkut 17 kru, di mana empat di antaranya menjadi sandera setelah kapal diserang oleh perompak pada akhir pekan lalu.

Para korban berasal dari daerah pesisir Indonesia, termasuk Sulawesi Barat, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara. Selama lebih dari dua minggu, para kru berada dalam situasi yang tidak menentu, menunggu negosiasi antara pihak keamanan Somalia dan tim penyelamat internasional. Keluarga mereka mengungkapkan keprihatinan mendalam atas proses yang terasa lambat serta ketidakpastian mengenai nasib para sandera.

Sejumlah poin utama yang ditekankan oleh keluarga korban meliputi:

  • Permintaan agar pemerintah Indonesia mengirim delegasi diplomatik khusus untuk mempercepat proses pembebasan.
  • Pengajuan bantuan logistik dan medis bagi kru yang masih berada di kapal.
  • Penyediaan dukungan psikologis bagi keluarga yang menunggu kabar.
  • Koordinasi dengan lembaga internasional yang menangani pembajakan di Samudra Hindia.

Dalam pernyataan resmi, keluarga menekankan bahwa mereka mengharapkan agar Prabowo Subianto dapat mengintervensi secara langsung, mengingat posisi beliau sebagai Presiden yang memiliki otoritas untuk menggerakkan aparat keamanan dan diplomatik negara.

Pembajakan di perairan Somalia memang bukan fenomena baru. Selama satu dekade terakhir, wilayah tersebut menjadi hotspot perompakan laut, memaksa kapal-kapal internasional untuk mengambil rute alternatif atau menambah keamanan. Pemerintah Indonesia sebelumnya telah menurunkan kapal patroli ke wilayah tersebut dan bekerja sama dengan organisasi maritim internasional, namun kasus Honour 25 menandakan tantangan yang masih belum teratasi sepenuhnya.

Sementara itu, pihak otoritas maritim Somalia menyatakan bahwa mereka sedang melakukan negosiasi dengan kelompok perompak, namun belum ada kesepakatan yang dapat diumumkan secara resmi. Keluarga korban menilai bahwa kecepatan respon Indonesia sangat krusial untuk memastikan keselamatan kru yang masih berada dalam bahaya.

Jika intervensi pemerintah berhasil, diharapkan para kru dapat dipulangkan dengan selamat ke Indonesia, serta memberikan contoh penanganan efektif bagi kasus serupa di masa mendatang.