Keluarga Korban Pembajakan Kapal di Somalia Minta Bantuan Presiden

LintasWarganet.com – 26 April 2026 | Keluarga korban pembajakan kapal tanker Honour 25 yang terjadi di perairan lepas pantai Somalia mengajukan permohonan bantuan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Kapal tersebut diserang oleh kelompok perompak pada awal bulan ini, mengakibatkan penahanan beberapa awak kapal dan menimbulkan kecemasan mendalam di kalangan keluarga yang menunggu kabar baik.

Insiden pembajakan ini menambah panjang daftar serangan perompakan di wilayah Lautan Hindia Barat, khususnya di Selat Bab el-Mandeb dan perairan lepas pantai Somalia yang selama beberapa tahun terakhir menjadi zona rawan. Badan Keamanan Laut Indonesia (Bakamla) mencatat peningkatan aktivitas perompak sekitar 12% pada kuartal pertama tahun ini, meskipun telah dilakukan patroli bersama dengan negara-negara sahabat.

Keluarga korban menyoroti beberapa hal penting yang mereka harapkan dapat ditindaklanjuti:

  • Pengiriman tim negosiasi khusus untuk berkomunikasi dengan pihak perompak.
  • Penyediaan bantuan psikologis dan konseling bagi keluarga yang terdampak.
  • Transparansi informasi mengenai kondisi para sandera dan upaya penyelamatan.
  • Koordinasi dengan kementerian luar negeri untuk mempercepat proses diplomatik.

Pihak Kementerian Luar Negeri menanggapi bahwa proses diplomatik sedang berjalan dan bahwa pemerintah Indonesia selalu siap membantu warganya yang berada di luar negeri. Namun, mereka menegaskan bahwa penyelamatan sandera memerlukan koordinasi multinasional serta pertimbangan hukum internasional.

Sementara itu, pemerintah Somalia telah mengirimkan pernyataan resmi yang menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam penyelidikan dan penangkapan para perompak. Namun, proses hukum di Somalia dikenal lambat, sehingga keluarga korban berharap adanya tekanan diplomatik yang lebih kuat.

Presiden Prabowo Subianto belum memberikan komentar resmi terkait permohonan ini, namun menurut sumber dalam lingkaran pemerintahan, langkah-langkah konkrit sedang dipertimbangkan, termasuk penempatan tim khusus di kedutaan Indonesia di Mogadishu.

Kejadian ini menegaskan kembali pentingnya kerja sama regional dalam penanggulangan pembajakan laut serta perlunya kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan keluarga korban yang berada dalam situasi krisis.