PLN Dukung Percepatan PSEL di Bali dan Jawa Barat untuk Atasi Krisis Sampah

LintasWarganet.com – 26 April 2026 | PT PLN (Persero) menyatakan komitmennya untuk mempercepat penerapan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di provinsi Bali dan Jawa Barat, sebagai upaya mengurangi krisis sampah yang semakin parah.

Program PSEL mengubah sampah organik dan non‑organik menjadi listrik melalui proses pembakaran, gasifikasi, atau teknologi lainnya, sehingga sampah tidak lagi menjadi beban lingkungan melainkan sumber energi terbarukan.

Beberapa langkah kunci yang diusulkan meliputi:

  • Pembangunan fasilitas PSEL berkapasitas 5–10 MW di masing‑masing wilayah strategis.
  • Kolaborasi intensif antara PLN, pemerintah daerah, dan perusahaan pengelola sampah.
  • Peningkatan jaringan listrik untuk menyalurkan energi yang dihasilkan ke konsumen rumah tangga dan industri.
  • Program edukasi publik tentang pemilahan sampah dan manfaat energi terbarukan.

Target utama proyek ini adalah mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebesar 30 % dalam lima tahun pertama, sekaligus menambah kapasitas energi listrik nasional sekitar 50 MW.

Di Bali, pemerintah provinsi telah menyiapkan lahan seluas 2,5 hektar di daerah Badung untuk instalasi pertama, sementara di Jawa Barat, kawasan Cirebon dipilih sebagai lokasi percobaan karena tingkat produksi sampah yang tinggi.

PLN akan menyediakan dukungan teknis, jaringan transmisi, serta pembiayaan awal melalui skema kemitraan publik‑privat. Diharapkan, keberhasilan proyek di dua provinsi dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia.

Jika tercapai, inisiatif ini tidak hanya membantu mengatasi krisis sampah, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional serta mendukung komitmen Indonesia pada agenda perubahan iklim.