Universitas YARSI Kembangkan Inovasi AI untuk Bantu Dokter di ICU

LintasWarganet.com – 26 April 2026 | Universitas YARSI meluncurkan program inovatif berbasis artificial intelligence (AI) yang dirancang khusus untuk mendukung keputusan klinis di ruang Unit Perawatan Intensif (ICU). Program ini muncul setelah universitas memperoleh hibah riset signifikan yang memungkinkan pengembangan algoritma prediktif dan sistem monitoring real‑time.

Tujuan utama AI YARSI adalah mempercepat identifikasi kondisi kritis pasien, mengurangi beban kerja dokter, serta meningkatkan akurasi diagnosa awal. Algoritma yang dikembangkan memanfaatkan data vital signs, hasil laboratorium, dan riwayat medis untuk menghasilkan peringatan dini tentang risiko komplikasi seperti sepsis, kegagalan organ, atau aritmia.

Fitur utama sistem meliputi:

  • Pemantauan berkelanjutan dengan analisis data dalam hitungan detik.
  • Peringatan visual dan suara yang terintegrasi dengan perangkat monitor ICU.
  • Rekomendasi tindakan klinis berbasis bukti yang disesuaikan dengan profil masing‑masing pasien.
  • Dashboard analitik untuk tim medis guna meninjau tren kesehatan secara kolektif.

Tim pengembang, yang dipimpin oleh Dr. Ahmad Fauzi dari Fakultas Kedokteran YARSI, menyatakan bahwa prototipe awal telah diuji pada 50 pasien ICU di Rumah Sakit Mitra Universitas. Hasil percobaan menunjukkan penurunan waktu respons dokter hingga 30 persen dan peningkatan deteksi dini komplikasi sebesar 22 persen dibandingkan metode konvensional.

Selain itu, proyek ini melibatkan kolaborasi dengan beberapa rumah sakit pemerintah serta perusahaan teknologi kesehatan untuk memastikan interoperabilitas sistem dengan infrastruktur yang sudah ada. Pendanaan hibah berasal dari Kementerian Riset dan Teknologi serta sponsor industri yang menekankan pentingnya digitalisasi layanan kesehatan di Indonesia.

Ke depan, YARSI berencana memperluas uji coba ke lebih dari 200 tempat perawatan intensif dan menambahkan modul pembelajaran mesin yang dapat beradaptasi dengan varian patogen baru, khususnya dalam konteks pandemi. Diharapkan inovasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas perawatan di ICU, tetapi juga menjadi contoh bagi institusi pendidikan lain dalam mengintegrasikan AI ke dalam praktik medis.