1.700 Dapur MBG di Jakarta Ditangguhkan Karena Sunat Porsi Makanan, Bappisus Khawatir Nilai Gizi Turun

LintasWarganet.com – 25 April 2026 | Jakarta, 26 April 2025 – Badan Penanggulangan Bencana Sosial (Bappisus) mengumumkan penangguhan operasi sebanyak 1.700 dapur Makan Bantu Gizi (MBG) di ibu kota. Langkah ini diambil setelah terdeteksi adanya pemotongan porsi makanan yang dianggap dapat menurunkan nilai gizi bagi penerima manfaat.

Penelitian internal Bappisus menunjukkan bahwa beberapa dapur mengurangi takaran nasi, lauk, dan sayuran secara signifikan, sehingga asupan kalori dan mikronutrien tidak lagi memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah. Bappisus menilai kebijakansunat porsi” ini berpotensi mengurangi kualitas gizi, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

Berikut beberapa poin utama yang menjadi dasar keputusan penangguhan:

  • Pengurangan takaran nasi rata-rata 30% dibandingkan standar nasional.
  • Kualitas dan kuantitas sayuran serta protein menurun secara signifikan.
  • Tidak ada mekanisme pengawasan yang memadai di lapangan.
  • Keluhan langsung dari penerima bantuan mengenai rasa lapar dan penurunan energi.

Untuk menanggulangi masalah ini, Bappisus merencanakan serangkaian langkah remedial, antara lain:

  1. Audit menyeluruh terhadap semua dapur MBG yang masih beroperasi.
  2. Penyuluhan ulang kepada pengelola dapur mengenai pentingnya standar porsi gizi.
  3. Penerapan sistem pelaporan digital yang memudahkan monitoring real‑time.
  4. Pemberian sanksi administratif bagi dapur yang tetap melanggar.

Pihak pengelola dapur MBG yang terdampak diharapkan dapat mengajukan permohonan review dalam jangka waktu 30 hari. Selama masa penangguhan, Bappisus berkomitmen menyediakan bantuan alternatif melalui jaringan distribusi makanan siap saji yang telah terverifikasi.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga kualitas nutrisi bagi jutaan warga Jakarta yang bergantung pada program MBG, sekaligus menegakkan akuntabilitas dalam pelaksanaan kebijakan sosial.