Total Empat Prajurit TNI Gugur dalam Penugasan UNIFIL di Lebanon Selatan

LintasWarganet.com – 24 April 2026 | Hingga saat ini, empat prajurit TNI telah mengorbankan nyawanya saat melaksanakan misi perdamaian bersama Pasukan Pengamanan Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) di Lebanon selatan. Kejadian ini menambah catatan duka bagi Indonesia dalam kontribusinya pada operasi penjagaan perdamaian dunia.

UNIFIL dibentuk pada tahun 1978 dengan mandat menjaga stabilitas di wilayah perbatasan LebanonIsrael. Indonesia sejak tahun 2006 mengirimkan pasukan dan personel pendukung, termasuk prajurit infanteri, polisi militer, serta tenaga medis. Penempatan mereka berfokus pada patroli, pengawasan zona demiliterisasi, serta membantu warga sipil yang terdampak konflik.

Empat korban yang gugur terdiri atas dua anggota Korps Infanteri, satu anggota Korps Polisi Militer, dan satu tenaga medis. Mereka tewas dalam insiden yang melibatkan tembakan lintas batas yang belum sepenuhnya teridentifikasi penyebabnya. Identitas lengkap dan kronologi lengkap masih dalam proses verifikasi oleh Kedutaan Besar Indonesia di Beirut serta Komando Pasukan Garuda.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pertahanan, menyatakan rasa duka mendalam dan menyiapkan upacara penghormatan terakhir. Badan Koordinasi Penempatan TNI (Bakamla) dan Kementerian Luar Negeri berkoordinasi dengan otoritas Lebanon untuk memastikan proses pemakaman sesuai prosedur internasional.

Upacara penghormatan terakhir dijadwalkan berlangsung di pangkalan militer di Lebanon, dihadiri oleh perwakilan UNIFIL, pejabat kedutaan, serta keluarga korban. Upacara ini diharapkan menjadi momentum untuk menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia serta menghormati pengorbanan prajuritnya.

Kasus ini mengingatkan akan risiko tinggi yang dihadapi pasukan perdamaian dalam menjalankan tugasnya di zona konflik. Meskipun menghadapi ancaman, TNI tetap bertekad melanjutkan kontribusinya demi stabilitas regional dan keamanan internasional.