Remaja 15 Tahun Menjadi Calon Haji Termuda di Sumbar Usai Orang Tua Wafat

LintasWarganet.com – 23 April 2026 | Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat mengumumkan bahwa seorang remaja berusia 15 tahun akan menjadi calon jamaah haji termuda yang pernah dikirimkan dari provinsi tersebut. Keputusan ini diambil setelah ia kehilangan kedua orang tuanya dalam satu tahun terakhir, menjadikan program haji sebagai harapan spiritual dan dukungan moral baginya.

Nama remaja tersebut tidak dipublikasikan demi menjaga privasi, namun diketahui bahwa ia merupakan warga Kabupaten Padang Pariaman. Setelah kematian ayahnya pada awal 2023 dan ibunya beberapa bulan kemudian, ia tinggal bersama kerabat dekat yang membantu proses pendaftaran haji melalui program bantuan Kemenhaj.

Kemenhaj Sumbar menjelaskan bahwa proses seleksi calon haji meliputi beberapa tahap, antara lain:

  • Verifikasi dokumen identitas dan status keluarga.
  • Pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.
  • Penilaian kemampuan finansial atau penerimaan bantuan subsidi.
  • Wawancara motivasi spiritual dan kesiapan mental.

Remaja tersebut berhasil memenuhi seluruh persyaratan, termasuk lolos tes kesehatan yang menunjukkan kondisi fisik yang memadai untuk menunaikan ibadah haji. Pihak Kemenhaj menegaskan bahwa usia tidak menjadi halangan asalkan calon jamaah memenuhi standar kesehatan dan administrasi.

Pengiriman calon jamaah haji biasanya dilakukan pada musim haji yang ditetapkan pemerintah, dan kali ini remaja itu dijadwalkan berangkat pada musim haji mendatang bersama rombongan yang dipilih dari berbagai kabupaten di Sumatera Barat.

Reaksi masyarakat setempat sangat mendukung. Banyak yang menganggap kisah ini sebagai contoh ketabahan dan semangat juang seorang pemuda yang tetap berpegang pada nilai keagamaan meski menghadapi duka yang mendalam. Beberapa tokoh agama setempat menyampaikan doa dan harapan agar perjalanan haji tersebut menjadi sumber kebahagiaan serta pemulihan spiritual bagi sang remaja.

Program bantuan haji bagi anak yatim dan dhuafa terus digalakkan oleh Kemenhaj sebagai bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas ibadah haji bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya mereka yang berada dalam kondisi ekonomi dan sosial yang rentan.