ASDP operasikan KMP Mamberamo Foja demi perkuat konektivitas 3TP Papua

LintasWarganet.com – 23 April 2026 | PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali mengaktifkan layanan kapal penumpang (KMP) Mamberamo Foja untuk memperkuat jaringan transportasi antar tiga titik (3TP) di Papua. Operasi kembali ini menandai upaya pemerintah daerah dan perusahaan dalam meningkatkan mobilitas warga serta mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah timur Indonesia.

Kapal Mamberamo Foja memiliki kapasitas sekitar 200 penumpang dan dilengkapi fasilitas dasar untuk perjalanan jarak menengah. Penumpang dapat menempuh rute dari Pelabuhan Mamberamo, Pelabuhan Foja, hingga Pelabuhan Timika, yang selama ini menjadi jalur penting bagi distribusi barang, layanan kesehatan, dan aktivitas pendidikan.

Jadwal operasional yang diresmikan pada awal April 2024 mencakup:

  • Keberangkatan dari Mamberamo setiap Senin dan Kamis pagi.
  • Keberangkatan dari Foja setiap Selasa dan Jumat sore.
  • Keberangkatan dari Timika setiap Rabu dan Sabtu siang.

Setiap perjalanan diperkirakan memakan waktu antara 6 hingga 8 jam, tergantung kondisi cuaca dan arus laut. ASDP menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama, sehingga semua kapal telah menjalani inspeksi teknis dan kebersihan sebelum kembali berlayar.

Direktur Utama PT ASDP, Budi Santoso, menyatakan, “Pengoperasian kembali KMP Mamberamo Foja adalah respons konkret terhadap kebutuhan masyarakat Papua yang selama ini mengandalkan transportasi laut sebagai satu-satunya pilihan. Kami berharap layanan ini dapat mempercepat pergerakan barang, memperluas akses pendidikan, serta membuka peluang wisata yang lebih luas di wilayah ini.”

Pemerintah Provinsi Papua juga memberikan dukungan penuh dengan menyiapkan infrastruktur pendukung di pelabuhan-pelabuhan terkait, termasuk perbaikan dermaga, peningkatan fasilitas penunjang, dan penataan jalur akses darat.

Peluncuran layanan kembali ini diharapkan dapat menstimulasi sektor perdagangan lokal, meningkatkan kunjungan wisatawan domestik, serta mengurangi kesenjangan akses layanan publik antara pusat dan daerah terpencil. Masyarakat setempat menyambut baik langkah ini, dengan harapan tarif yang terjangkau dan frekuensi keberangkatan yang konsisten.