Profil Letjen TNI Djon Afriandi, Panglima Kopassus dengan Karir Cemerlang

LintasWarganet.com – 21 April 2026 | Letjen TNI Djon Afriandi menjabat sebagai Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di bidang pertahanan. Lulusan Akademi Militer (Akmil) angkatan 1995, ia telah menapaki jenjang karir yang mengesankan sejak masa akademik hingga posisi strategis tertinggi.

Berawal dari pendidikan di Akmil, Djon Afriandi menonjol dalam disiplin dan kepemimpinan, memperoleh predikat Abituren pada tahun 1995. Setelah lulus, ia ditugaskan pada berbagai satuan tempur dan unit elit, memperdalam keahlian taktis serta manajerial.

Jalur Karir Utama

  • 1995-1998: Pelatihan lanjutan di Sekolah Infanteri dan Komando.
  • 1999-2005: Penugasan di Satuan Infanteri Mechanized, berperan sebagai komandan detasemen.
  • 2006-2012: Bergabung dengan Kopassus, mengisi jabatan sebagai perwira operasi khusus.
  • 2013-2018: Menjabat sebagai Wakil Komandan Kopassus, memimpin operasi lintas wilayah.
  • 2019-2023: Diangkat menjadi Komandan Resimen 3/Kopassus, mengoptimalkan kemampuan pasukan khusus.
  • 2024‑sekarang: Menjabat sebagai Panglima Kopassus, memimpin transformasi dan modernisasi satuan.

Selama menjabat, Letjen Djon Afriandi berhasil meningkatkan kemampuan operasional Kopassus melalui program pelatihan berstandar internasional, memperkuat kerjasama lintas lembaga, serta memimpin beberapa operasi penting yang berhasil menegakkan kedaulatan negara.

Pencapaian Strategis

Tahun Pencapaian
2020 Penerapan sistem intelijen digital yang mempercepat proses pengambilan keputusan operasional.
2021 Pelaksanaan latihan gabungan dengan pasukan khusus ASEAN, meningkatkan interoperabilitas.
2022 Pengadaan peralatan taktis terbaru, termasuk senjata ringan dan kendaraan lapis baja ringan.
2023 Keberhasilan operasi kontra-terorisme di wilayah perbatasan, menurunkan insiden keamanan secara signifikan.

Visi Letjen Djon Afriandi ke depan adalah menjadikan Kopassus sebagai unit tempur yang adaptif, berbasis teknologi, dan siap menghadapi ancaman hybrid. Ia menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan prajurit.