BPOM Tingkatkan Mutu Data Sektor Obat-Makanan lewat Sinergi dengan Sensus Ekonomi 2026

LintasWarganet.com – 21 April 2026 | Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rangka mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kerja sama ini ditujukan untuk meningkatkan akurasi, kelengkapan, dan konsistensi data pada sektor obat dan makanan di seluruh Indonesia.

Sinergi tersebut meliputi beberapa bidang kunci, antara lain:

  • Penyediaan basis data yang terintegrasi antara BPOM dan BPS.
  • Standarisasi metodologi pengumpulan dan verifikasi data.
  • Peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan bersama.
  • Pengembangan sistem teknologi informasi yang mendukung pertukaran data real‑time.

Dengan memanfaatkan hasil Sensus Ekonomi 2026, BPOM berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai jumlah dan jenis produk obat serta makanan yang beredar, serta profil pelaku usaha di seluruh wilayah. Data yang lebih valid akan membantu otoritas dalam:

  1. Menyusun kebijakan regulasi yang lebih tepat sasaran.
  2. Mempercepat proses perizinan dan pengawasan.
  3. Meningkatkan responsifitas terhadap isu‑isu keamanan pangan dan farmasi.
  4. Menilai dampak ekonomi dari regulasi yang diterapkan.

Implementasi sinergi ini dijadwalkan mulai kuartal pertama 2024, dengan fase pilot di sejumlah provinsi prioritas. Hasil evaluasi awal akan dijadikan dasar untuk memperluas cakupan ke seluruh daerah pada akhir 2025, menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 secara nasional.

Penguatan data sektor obat‑makanan melalui sinergi BPOM‑BPS diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas regulasi, tetapi juga berkontribusi pada perlindungan kesehatan publik serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.