Rehabilitasi Lahan Pascatambang di Kalimantan Selatan: Kolaborasi Hasnur Group dengan Mitra

LintasWarganet.com – 20 April 2026 | Setelah puluhan tahun kegiatan penambangan di wilayah Kalimantan Selatan, area pascatambang masih menyimpan tantangan lingkungan dan sosial. Tanah yang terdegradasi, penurunan kualitas air, serta hilangnya mata pencaharian tradisional memaksa pemerintah dan sektor swasta mencari solusi berkelanjutan.

Hasnur Group, salah satu pemain utama di industri pertambangan Indonesia, menandatangani kesepakatan kerja sama dengan sejumlah mitra, termasuk lembaga riset, perusahaan agribisnis, serta komunitas lokal. Tujuan utama kolaborasi ini adalah mengembalikan fungsi ekologis lahan serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi penduduk sekitar.

  • Penanaman Pongamia pinnata: Tanaman legum ini dipilih karena kemampuannya memperbaiki struktur tanah, mengikat nitrogen, serta menghasilkan biji yang dapat diolah menjadi biodiesel.
  • Pembentukan kebun sosial: Setiap desa yang terdampak diberikan lahan khusus untuk menanam Pongamia, dengan dukungan teknis dan pelatihan bagi petani.
  • Pemberdayaan ekonomi: Hasil panen biji Pongamia dijual ke unit pengolahan milik mitra, sehingga menciptakan rantai nilai mulai dari petani hingga industri pengolahan.

Proses rehabilitasi dibagi menjadi tiga fase utama:

  1. Diagnostik lingkungan: Tim ahli melakukan survei tanah, air, dan keanekaragaman hayati untuk menentukan area prioritas.
  2. Implementasi penanaman: Selama 12 bulan pertama, lebih dari 150.000 bibit Pongamia ditanam di lahan seluas 1.200 hektar.
  3. Monitoring dan evaluasi: Pemantauan rutin dilakukan setiap kuartal untuk mengukur pertumbuhan pohon, penyerapan karbon, serta peningkatan pendapatan masyarakat.

Hasil awal menunjukkan penurunan signifikan pada kadar logam berat di tanah serta peningkatan keberagaman tanaman pendamping. Lebih dari 80 persen rumah tangga di desa-desa terlibat melaporkan peningkatan pendapatan sebesar 25‑30 persen dibandingkan sebelum proyek dimulai.

Keberhasilan program ini diharapkan menjadi model bagi wilayah tambang lain di Indonesia. Hasnur Group berencana memperluas skema serupa ke provinsi lain, dengan menambahkan varietas tanaman energi lainnya serta memperkuat jaringan pemasaran produk bioenergi.