Diduga Keracunan MBG, Lebih dari 50 Santri di Demak Dirawat di RS

LintasWarganet.com – 19 April 2026 | Demak, Jawa Tengah – Pada Senin (17/04/2026), puluhan santri di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan di asrama pesantren setempat. Hingga saat ini, lebih dari 50 santri telah dirawat di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Pihak pesantren menyatakan bahwa menu MBG yang diberikan merupakan bagian dari program pemerintah yang bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi santri yang kurang mampu. Namun, penyebab pasti keracunan masih dalam penyelidikan. Tim investigasi meliputi Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta aparat kepolisian setempat.

Berikut langkah-langkah yang telah diambil oleh otoritas terkait:

  • Tim medis melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sisa makanan dan sampel air yang digunakan dalam proses penyajian MBG.
  • Petugas kesehatan melakukan survei ke seluruh asrama pesantren di wilayah Kebonagung untuk memastikan tidak ada kasus serupa.
  • Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak menginstruksikan semua program MBG di daerah tersebut untuk ditunda sementara menunggu hasil penyelidikan.
  • Polisi menyiapkan laporan awal dan akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pihak penyedia makanan.

Wali santri dan orang tua santri mengungkapkan kekhawatiran mereka atas kejadian ini, menuntut transparansi dan pertanggungjawaban dari pihak yang mengelola program MBG. Mereka juga meminta agar prosedur keamanan pangan diperketat, termasuk pengecekan kualitas bahan baku dan kebersihan dapur secara rutin.

Pemerintah Kabupaten Demak berjanji akan memberikan bantuan medis dan psikologis kepada para korban serta keluarga mereka. Selain itu, dinas sosial setempat menyiapkan paket bantuan bagi santri yang membutuhkan perawatan lanjutan.

Kejadian ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas pengawasan program makanan bergizi gratis di daerah pedesaan. Para ahli gizi menekankan pentingnya audit berkala, sertifikasi pemasok, serta pelatihan kebersihan bagi staf dapur untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah pusat mengenai insiden ini. Pemerintah daerah berjanji akan terus memantau situasi dan memberikan pembaruan secepatnya.