Pramono Anung Tinjau Penangkapan Ikan Sapu-sapu yang Dinilai Mengganggu Ekosistem

LintasWarganet.com – 17 April 2026 | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, melakukan kunjungan ke beberapa lokasi di wilayah ibu kota untuk meninjau proses penangkapan ikan sapu-sapu serta upaya pembersihan saluran air. Kunjungan ini dilakukan setelah munculnya kritik dari kalangan lingkungan yang menilai praktik penangkapan ikan sapu-sapu dapat merusak keseimbangan ekosistem perairan kota.

Dalam inspeksi lapangan, Pramono memeriksa teknik penangkapan yang selama ini dipraktekkan oleh nelayan setempat. Menurut pihak berwenang, penggunaan jaring besar dan metode penangkapan massal dapat menjerat tidak hanya ikan sapu-sapu, tetapi juga spesies lain yang berperan penting dalam rantai makanan air tawar.

Gubernur menekankan pentingnya menjaga kualitas air dan kelestarian flora serta fauna yang ada di dalamnya. “Kita harus menemukan cara yang lebih berkelanjutan dalam mengelola sumber daya perairan, tanpa mengorbankan ekosistem yang mendukung kehidupan warga Jakarta,” ujarnya dalam sambutan singkat.

Selain meninjau proses penangkapan, Pramono juga memantau kegiatan pembersihan saluran air yang telah dijadwalkan oleh Dinas Lingkungan Hidup. Upaya pembersihan bertujuan mengurangi penumpukan sampah dan vegetasi liar yang dapat menghambat aliran air serta meningkatkan risiko banjir.

Berikut rangkuman langkah-langkah yang akan diambil berdasarkan temuan selama kunjungan:

  • Mengganti jaring penangkapan dengan ukuran yang lebih selektif untuk meminimalkan tangkapan tidak sengaja.
  • Memberikan pelatihan kepada nelayan tentang teknik penangkapan ramah lingkungan.
  • Meningkatkan frekuensi pembersihan saluran air, terutama di daerah rawan penumpukan sampah.
  • Mendorong partisipasi masyarakat dalam program pengawasan dan pelaporan kegiatan yang merusak ekosistem.
  • Menjalin kerja sama dengan lembaga riset untuk memantau dampak penangkapan ikan terhadap keanekaragaman hayati.

Gubernur berharap langkah-langkah tersebut dapat menyeimbangkan kebutuhan ekonomi warga dengan konservasi lingkungan, sehingga perairan Jakarta tetap bersih, aman, dan mendukung kehidupan berkelanjutan.