Badan Gizi Nasional Bidik Jember Jadi Role Model Program Makan Bergizi Gratis

LintasWarganet.com – 16 April 2026 | Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan Kabupaten Jember, Jawa Timur, sebagai model percontohan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dilaksanakan mulai kuartal ketiga 2024. Penetapan ini didasarkan pada hasil evaluasi tiga tahun terakhir yang menunjukkan peningkatan signifikan pada indikator gizi anak di wilayah tersebut.

Program MBG bertujuan menyediakan makanan bergizi secara gratis kepada anak usia 6‑12 tahun, ibu hamil, serta lansia di daerah berisiko gizi buruk. Dalam rangka mewujudkan target tersebut, BGN bersama Pemerintah Kabupaten Jember menyusun rencana aksi yang meliputi:

  • Penyediaan bahan pangan berkualitas tinggi melalui kemitraan dengan petani lokal.
  • Penerapan standar gizi berbasis rekomendasi WHO.
  • Peningkatan kapasitas tenaga gizi melalui pelatihan intensif.
  • Pengawasan dan evaluasi bulanan oleh tim lintas sektoral.

Berikut adalah target capaian program MBG di Jember selama satu tahun pertama:

Kelompok Sasaran Jumlah Penerima Frekuensi Pemberian
Anak 6‑12 tahun 45.000 orang 3 kali per minggu
Ibu hamil 12.500 orang 3 kali per minggu
Lansia 18.000 orang 3 kali per minggu

Ketua BGN, Dr. Sri Rahayu, menyatakan, “Jember memiliki infrastruktur kesehatan yang mendukung serta komitmen kuat dari pemerintah daerah. Hal ini menjadikannya kandidat ideal untuk dijadikan contoh sukses pelaksanaan MBG secara terpadu.”

Sementara itu, Bupati Jember, H. Muhammad Alwi, menambahkan, “Kami bertekad menjadikan Jember bebas dari gizi buruk dalam lima tahun ke depan. Kolaborasi dengan BGN, dinas sosial, dan lembaga swadaya masyarakat akan memperkuat sinergi dalam penyediaan makanan bergizi.”

Program ini juga akan melibatkan pemangku kepentingan lain seperti perguruan tinggi lokal untuk riset gizi, serta sektor swasta yang akan mendukung pendanaan dan distribusi bahan pangan.

Pengawasan ketat akan dilakukan melalui sistem informasi berbasis aplikasi yang memungkinkan pencatatan real‑time penerima manfaat serta kualitas makanan yang disajikan. Setiap tiga bulan, tim evaluasi akan menyusun laporan yang dipublikasikan secara terbuka untuk memastikan transparansi.

Jika berhasil, model Jember akan direplikasi ke tiga kabupaten lain di Jawa Timur pada tahun 2025, dengan harapan dapat menurunkan prevalensi gizi buruk nasional sebesar 5% dalam periode lima tahun.