Saudi Luncurkan Izin Masuk Elektronik Makkah di Musim Haji Tahun Ini
Saudi Luncurkan Izin Masuk Elektronik Makkah di Musim Haji Tahun Ini

Saudi Luncurkan Izin Masuk Elektronik Makkah di Musim Haji Tahun Ini

LintasWarganet.com – 13 April 2026 | Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi mengumumkan pada Senin bahwa mulai musim haji tahun ini, para jamaah akan diwajibkan menggunakan izin masuk elektronik berbasis aplikasi untuk memasuki wilayah Makkah. Sistem baru ini menggantikan prosedur manual yang selama ini mengandalkan kartu fisik.

Tujuan utama penerapan izin digital adalah mempercepat proses pemeriksaan, mengurangi antrean di titik kontrol, serta meningkatkan tingkat keamanan dengan memanfaatkan teknologi QR code yang dapat dipindai secara real‑time.

  • Setiap jamaah wajib mengunduh aplikasi resmi yang tersedia untuk Android dan iOS.
  • Data pribadi, riwayat kesehatan, dan detail perjalanan dimasukkan ke dalam profil pengguna.
  • Izin masuk akan diterbitkan dalam bentuk QR code yang berlaku selama periode haji.
  • Petugas di gerbang masuk Makkah dapat memvalidasi QR code melalui pemindai khusus.
  • Jika terjadi perubahan jadwal atau pembatalan, izin dapat dibatalkan atau diperpanjang langsung melalui aplikasi.

Implementasi sistem ini diharapkan dapat menurunkan jumlah kontak fisik, yang menjadi faktor penting dalam pencegahan penyebaran penyakit menular. Selain itu, otoritas Saudi menilai bahwa digitalisasi proses masuk akan mempermudah koordinasi antara lembaga imigrasi, otoritas keamanan, dan penyelenggara haji.

Beberapa negara yang mengirimkan jamaah haji, termasuk Indonesia, telah menginstruksikan otoritas terkait untuk menyosialisasikan penggunaan aplikasi kepada calon jamaah. Pemerintah Indonesia juga akan menyediakan panduan resmi dalam bahasa Indonesia untuk memastikan kelancaran adaptasi.

Penerapan izin elektronik ini akan dimulai pada awal September 2024, bersamaan dengan pembukaan musim haji. Para jamaah yang tidak memiliki izin digital akan tetap dapat menggunakan prosedur konvensional selama masa transisi, namun diharapkan beralih sepenuhnya dalam dua tahun ke depan.

Pengamatan awal menunjukkan bahwa sistem digital dapat mempersingkat waktu pemeriksaan hingga 40 persen dibandingkan metode tradisional. Dengan demikian, otoritas berharap pengalaman ibadah haji akan menjadi lebih nyaman, aman, dan terkelola dengan baik.