Trauma Pasca-Gempa Adonara: Korban Masih Memilih Tidur di Luar Rumah, BPBD Flores Timur Laporkan
Trauma Pasca-Gempa Adonara: Korban Masih Memilih Tidur di Luar Rumah, BPBD Flores Timur Laporkan

Trauma Pasca-Gempa Adonara: Korban Masih Memilih Tidur di Luar Rumah, BPBD Flores Timur Laporkan

LintasWarganet.com – 13 April 2026 | Gempa bumi berkekuatan 6,2 SR mengguncang Pulau Adonara, Nusa Tenggara Timur, pada tanggal 12 Maret 2024, meninggalkan lebih dari 200 rumah rusak parah dan memaksa ribuan warga mengungsi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur melaporkan bahwa meski bantuan logistik sudah mulai tiba, sebagian besar korban masih enggan kembali ke dalam rumah yang sebelumnya mereka tempati.

  • Jumlah korban yang mengungsi: sekitar 3.500 orang.
  • Rumah rusak total: 112 unit.
  • Rumah layak huni namun belum dapat dihuni karena kerusakan struktural: 188 unit.
  • Kebutuhan mendesak: selimut, makanan, air bersih, dan layanan kesehatan mental.

BPBD bersama Pemerintah Kabupaten Flores Timur telah menyalurkan bantuan berupa tenda darurat, perlengkapan tidur, serta paket makanan harian. Selain itu, tim psikolog dan konselor dikerahkan ke posko pengungsian untuk memberikan pendampingan trauma kepada warga yang mengalami stres pasca-bencana.

Upaya rehabilitasi rumah masih dalam tahap evaluasi. Tim teknis melakukan inspeksi menyeluruh pada bangunan yang masih berdiri untuk menilai kelayakan huni. Jika dianggap tidak aman, rumah akan dibongkar dan diganti dengan struktur yang lebih tahan gempa.

Para korban yang memilih tetap berada di luar rumah juga dihadapkan pada tantangan cuaca tropis, termasuk hujan deras dan suhu tinggi. BPBD mengimbau warga untuk tetap mengikuti protokol kebersihan, menjaga kebersihan area tenda, serta melaporkan gejala kesehatan yang mencurigakan kepada petugas medis.

Di samping bantuan material, pemerintah daerah berkoordinasi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk menyelenggarakan program pelatihan keterampilan bagi pengungsi, agar mereka dapat memperoleh penghasilan sementara menunggu proses rekonstruksi selesai.