Udara Jakarta Terburuk Kedua di Indonesia pada Senin Pagi
Udara Jakarta Terburuk Kedua di Indonesia pada Senin Pagi

Udara Jakarta Terburuk Kedua di Indonesia pada Senin Pagi

LintasWarganet.com – 13 April 2026 | Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), indeks kualitas udara (AQI) di wilayah Jakarta pada Senin pagi mencapai angka 173, menandakan kategori “tidak sehat”. Angka tersebut menjadikan Jakarta sebagai kota dengan kualitas udara terburuk kedua di seluruh Indonesia, setelah wilayah Sumatra Utara.

Penyebab utama pencemaran ini adalah kombinasi emisi kendaraan bermotor yang tinggi, aktivitas industri di sekitar kawasan Jabodetabek, serta dampak asap kebakaran hutan di Sumatra yang terbawa oleh angin barat laut. Kondisi cuaca yang stagnan memperparah akumulasi partikel halus (PM2,5) di atmosfer.

Berikut ringkasan data AQI pada beberapa titik pemantauan utama di Jakarta:

Lokasi AQI Kategori
Bandung 150 Tidak Sehat
Jakarta Pusat 173 Tidak Sehat
Jakarta Utara 168 Tidak Sehat
Surabaya 115 Moderat

Dengan tingkat polusi yang berada pada level tidak sehat, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah pencegahan berikut:

  • Mengurangi aktivitas luar ruangan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.
  • Menggunakan masker N95 atau setara saat berada di luar ruangan.
  • Menutup jendela rumah atau kantor bila memungkinkan, dan menggunakan air purifier bila tersedia.
  • Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi publik atau sepeda.

Pemerintah DKI Jakarta juga telah mengaktifkan program “Satu Langkah Lebih Sehat” yang mencakup peningkatan frekuensi pemantauan kualitas udara, penegakan regulasi emisi kendaraan, serta penyuluhan kesehatan kepada warga. Diharapkan kondisi udara akan membaik dalam beberapa hari ke depan seiring berkurangnya faktor penyumbang asap.

Warga diimbau untuk terus memantau perkembangan kualitas udara melalui aplikasi resmi BMKG dan menyesuaikan aktivitas harian demi menjaga kesehatan.