Kolaborasi Dinkes Sulsel, UNICEF, dan AJI Tingkatkan Pencegahan HPV pada Remaja
Kolaborasi Dinkes Sulsel, UNICEF, dan AJI Tingkatkan Pencegahan HPV pada Remaja

Kolaborasi Dinkes Sulsel, UNICEF, dan AJI Tingkatkan Pencegahan HPV pada Remaja

LintasWarganet.com – 12 April 2026 | Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan (Dinkes Sulsel) menggandeng UNICEF dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar dalam upaya memperluas pencegahan Human Papillomavirus (HPV) di kalangan remaja.

Human Papillomavirus merupakan virus penyebab utama kanker serviks serta beberapa jenis kanker lainnya. Menurut data Kementerian Kesehatan, lebih dari 30 % wanita di Indonesia terinfeksi HPV sebelum mencapai usia 30 tahun, sehingga intervensi dini sangat penting.

Kolaborasi ketiga pihak ini mencakup beberapa program kunci:

  • Penyuluhan kesehatan seksual dan reproduksi di sekolah menengah atas serta madrasah, dengan materi yang disesuaikan untuk remaja berusia 13‑18 tahun.
  • Penyediaan vaksin HPV gratis bagi siswa yang terdaftar dalam program imunisasi nasional di wilayah Sulawesi Selatan.
  • Pelatihan bagi tenaga medis dan guru tentang cara menyampaikan informasi yang akurat serta cara administrasi vaksin.
  • Penguatan peran media lokal melalui AJI untuk menyiarkan kampanye edukatif via radio, televisi komunitas, dan platform digital.

UNICEF berkontribusi dalam penyediaan materi edukasi berbasis bukti serta dukungan logistik untuk distribusi vaksin. AJI, sebagai jaringan jurnalis independen, bertugas memproduksi laporan investigatif dan konten informatif yang menekankan pentingnya vaksinasi HPV serta menanggulangi mitos yang beredar di masyarakat.

Sebagai bagian dari pelaksanaan, Dinkes Sulsel menargetkan pencapaian 70 % cakupan vaksinasi di kalangan remaja pada akhir tahun 2024. Hingga saat ini, lebih dari 5.000 pelajar telah menerima vaksin pertama, dan proses pemberian dosis kedua sedang berjalan.

Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya menurunkan angka infeksi HPV, tetapi juga meningkatkan kesadaran tentang kesehatan reproduksi di kalangan generasi muda, sehingga menurunkan beban kanker serviks di masa depan.