Bandara-Canggu 30 Menit, Menhub Siapkan Taksi Air di Bali
Bandara-Canggu 30 Menit, Menhub Siapkan Taksi Air di Bali

Bandara-Canggu 30 Menit, Menhub Siapkan Taksi Air di Bali

LintasWarganet.com – 10 April 2026 | Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan perlunya percepatan pembangunan infrastruktur transportasi pariwisata di Bali. Dalam rangka mempersingkat waktu tempuh antara Bandara Internasional Ngurah Rai dan kawasan wisata Canggu, pemerintah tengah menyiapkan layanan taksi air yang dapat menempuh jarak tersebut dalam waktu sekitar 30 menit.

Layanan taksi air ini direncanakan beroperasi menggunakan kapal feri berkapasitas menengah yang dilengkapi fasilitas bagi penumpang, termasuk area duduk ber-AC dan ruang bagasi. Rute utama akan menghubungkan pelabuhan Benoa dengan dermaga yang akan dibangun di Canggu, sehingga wisatawan dapat beralih dari pesawat langsung ke laut tanpa harus melewati kemacetan darat.

Beberapa poin penting dari proyek ini antara lain:

  • Target peluncuran layanan pada akhir 2025.
  • Kerjasama dengan perusahaan operator pelayaran domestik untuk penyediaan armada.
  • Pendanaan bersumber dari anggaran Kementerian Perhubungan serta kontribusi swasta melalui skema kemitraan publik‑swasta (PPP).
  • Pengembangan dermaga ramah lingkungan dengan fasilitas listrik dan sistem pembuangan limbah yang sesuai standar.

Menhub berharap taksi air dapat mengurangi beban lalu lintas jalan raya, khususnya pada jalur utama yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai dengan daerah‑daerah wisata di selatan dan barat Bali. Dengan mengalihkan sebagian penumpang ke jalur laut, waktu tempuh yang selama ini bisa mencapai satu jam atau lebih di jalan raya dapat dipersingkat menjadi setengah jam.

Selain manfaat bagi wisatawan, proyek ini juga diharapkan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat lokal, baik di sektor pelayaran, operasional dermaga, maupun layanan pendukung seperti transportasi darat terakhir (last‑mile) dan kuliner.

Implementasi taksi air akan diawasi secara ketat untuk memastikan standar keselamatan dan kenyamanan penumpang. Menhub menekankan pentingnya koordinasi lintas sektoral antara kementerian, pemerintah provinsi, serta otoritas pelabuhan demi kelancaran proyek.