Menhub: 11 Bandara Perintis di Papua yang Sempat Ditutup Kini Sudah Beroperasi Kembali
Menhub: 11 Bandara Perintis di Papua yang Sempat Ditutup Kini Sudah Beroperasi Kembali

Menhub: 11 Bandara Perintis di Papua yang Sempat Ditutup Kini Sudah Beroperasi Kembali

LintasWarganet.com – 09 April 2026 | Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengumumkan bahwa seluruh sebelas bandara perintis di Papua yang sempat ditutup akibat kondisi cuaca ekstrim, pemeliharaan, dan isu keamanan kini telah kembali beroperasi penuh. Pengumuman ini disampaikan dalam rapat koordinasi bersama pejabat kementerian dan otoritas penerbangan pada Senin (8 April 2026).

Penutupan sementara bandara-bandara tersebut sebelumnya menimbulkan gangguan signifikan pada mobilitas penduduk, distribusi barang, serta layanan darurat di wilayah yang masih sangat mengandalkan transportasi udara. Setelah dilakukan perbaikan infrastruktur, peningkatan sistem navigasi, serta penyesuaian prosedur keamanan, semua bandara berhasil melanjutkan layanan penerbangan komersial dan penerbangan perintis.

Berikut adalah daftar sebelas bandara perintis di Papua yang kini telah beroperasi kembali:

  • Bandar Udara Sentani (Jayapura)
  • Bandar Udara Timika (Mutiara SIS Al‑Jufri)
  • Bandar Udara Sorong (Domine Eduardus)
  • Bandar Udara Merauke (Mopah)
  • Bandar Udara Wamena (Wamena)
  • Bandar Udara Nabire (Matahora)
  • Bandar Udara Biak (Mokmer)
  • Bandar Udara Bintuni (Bintuni)
  • Bandar Udara Kaimana (Kaimana)
  • Bandar Udara Fakfak (Fakfak)
  • Bandar Udara Manokwari (Manokwari)

Menhub menekankan bahwa keberhasilan pembukaan kembali bandara-bandara tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Perhubungan, maskapai penerbangan, serta otoritas lokal. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau kualitas layanan dan memastikan ketersediaan sarana penunjang, seperti fasilitas penanganan bagasi dan area penumpang, guna meningkatkan kenyamanan penumpang.

Selain meningkatkan konektivitas antar wilayah, operasional kembali bandara perintis diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi daerah, khususnya sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata. Dudy Purwagandhi juga mengingatkan pentingnya menjaga standar keselamatan dan keamanan penerbangan, serta mengoptimalkan penggunaan teknologi modern dalam pengelolaan bandara.

Dengan bandara-bandara ini kembali beroperasi, diharapkan masyarakat Papua dapat menikmati layanan transportasi yang lebih handal, sementara pemerintah melanjutkan upaya memperluas jaringan penerbangan ke daerah‑daerah terpencil lainnya.