Rupiah Melemah Seiring Israel Langgar Gencatan Senjata
Rupiah Melemah Seiring Israel Langgar Gencatan Senjata

Rupiah Melemah Seiring Israel Langgar Gencatan Senjata

LintasWarganet.com – 09 April 2026 | Nilai tukar rupiah pada Kamis pagi tercatat melemah 18 poin atau sekitar 0,11% menjadi Rp17.030 per dolar Amerika Serikat, naik dari penutupan sebelumnya.

Penurunan tersebut bertepatan dengan laporan bahwa militer Israel melanggar gencatan senjata yang telah disepakati, menambah ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik memicu arus keluar modal asing, yang selanjutnya menekan nilai tukar mata uang lokal.

Berikut beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah pada hari itu:

  • Berita pelanggaran gencatan senjata oleh Israel yang meningkatkan risiko politik global.
  • Penurunan harga komoditas, terutama minyak mentah, yang mengurangi permintaan akan mata uang negara pengekspor.
  • Sentimen investor asing yang lebih berhati-hati, mengakibatkan penarikan dana dari pasar emerging market termasuk Indonesia.
  • Pergerakan dolar AS yang menguat secara global, memperlebar selisih nilai tukar.

Bank Indonesia (BI) dalam pernyataan singkat menyatakan akan terus memantau situasi pasar dan siap melakukan intervensi bila diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Waktu Nilai Tukar (IDR/USD)
Penutupan sebelumnya Rp17.012
Kamis pagi Rp17.030

Meskipun melemah, analis pasar memperkirakan bahwa rupiah masih berada dalam kisaran yang dapat dikelola, mengingat kebijakan moneter yang tetap akomodatif dan cadangan devisa yang kuat.

Para pelaku usaha, terutama yang bergantung pada impor bahan baku, perlu memperhatikan dampak kenaikan nilai tukar terhadap biaya produksi dan potensi tekanan inflasi.