ASITA NTT Desak Pemerintah Tindak Travel Bodong di Labuan Bajo
ASITA NTT Desak Pemerintah Tindak Travel Bodong di Labuan Bajo

ASITA NTT Desak Pemerintah Tindak Travel Bodong di Labuan Bajo

LintasWarganet.com – 09 April 2026 | Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) cabang Nusa Tenggara Timur mengeluarkan pernyataan tegas kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menertibkan praktik travel agent bodong yang beroperasi di kawasan wisata Labuan Bajo. Langkah ini diambil menyusul serangkaian keluhan wisatawan yang mengalami penelantaran, penipuan, serta kehilangan dana akibat paket tur yang tidak sesuai janji.

Kasus-kasus tersebut melibatkan agen-agen yang menawarkan paket kapal, akomodasi, dan aktivitas trekking tanpa memiliki izin resmi. Beberapa wisatawan melaporkan bahwa mereka dibayar di muka, namun tiba di Labuan Bajo tidak diberikan transportasi atau akomodasi yang dijanjikan, bahkan harus mencari alternatif dengan biaya tambahan. Akibatnya, citra Labuan Bajo sebagai destinasi ekowisata terancam menurun.

ASITA NTT menuntut tindakan konkret meliputi:

  • Pemeriksaan dan pencabutan izin bagi travel yang terbukti melanggar regulasi.
  • Peningkatan koordinasi antara Dinas Pariwisata, Kepolisian, dan Badan Pengawas Perdagangan untuk melakukan pemantauan rutin.
  • Penerapan sistem registrasi online yang transparan, sehingga wisatawan dapat memverifikasi keabsahan agen sebelum melakukan pemesanan.
  • Penyuluhan kepada masyarakat dan pelaku usaha mengenai bahaya travel bodong serta prosedur pengaduan resmi.

Selain itu, ASITA menyerukan agar pemerintah memperkuat sanksi administratif dan pidana bagi pelaku penipuan, termasuk denda tinggi dan larangan operasional selama jangka waktu tertentu. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan ekosistem pariwisata Labuan Bajo dapat kembali aman, kompetitif, dan menarik bagi wisatawan domestik maupun internasional.

Pengawasan yang lebih ketat juga diharapkan dapat melindungi pendapatan daerah yang sangat bergantung pada sektor pariwisata, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor dalam pengembangan infrastruktur wisata di Nusa Tenggara Timur.