84,1% Publik Puas terhadap Kinerja Polri Amankan Mudik Lebaran 2026, Rekayasa Lalu Lintas Dianggap Berhasil
84,1% Publik Puas terhadap Kinerja Polri Amankan Mudik Lebaran 2026, Rekayasa Lalu Lintas Dianggap Berhasil

84,1% Publik Puas terhadap Kinerja Polri Amankan Mudik Lebaran 2026, Rekayasa Lalu Lintas Dianggap Berhasil

LintasWarganet.com – 08 April 2026 | Survei independen yang dilakukan pada akhir pekan sebelum Lebaran 2026 menunjukkan bahwa 84,1% responden menilai kinerja Polri dalam mengamankan arus mudik sangat memuaskan.

Penelitian tersebut melibatkan 2.500 warga dari 10 provinsi utama yang menjadi titik masuk utama mudik, dengan metode wawancara tatap muka dan survei online.

Indikator Persentase Kepuasan
Keamanan di jalur utama 88,3%
Pengaturan lalu lintas 84,1%
Kecepatan respons insiden 79,5%
Ketersediaan layanan bantuan 81,0%

Beberapa langkah strategis yang diterapkan Polri antara lain:

  • Penerapan rekayasa lalu lintas (traffic engineering) dengan penempatan titik kontrol di gerbang masuk dan keluar kota.
  • Koordinasi intensif dengan kepolisian daerah, Satpol PP, dan pihak kepolisian transportasi.
  • Penggunaan aplikasi pemantauan real-time berbasis GPS untuk mengidentifikasi kemacetan.
  • Peningkatan jumlah pos keamanan di jalur tol dan jalan nasional.

Para pakar transportasi menilai bahwa pendekatan rekayasa lalu lintas terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kemacetan hingga 22% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Penggunaan data real-time dan penempatan unit mobil polisi di titik‑titik rawan memungkinkan penanganan cepat terhadap insiden, sehingga rasa aman masyarakat meningkat,” ujar Dr. Budi Santoso, dosen Fakultas Teknik Transportasi Universitas Indonesia.

Meski tingkat kepuasan secara keseluruhan tinggi, masih ada catatan penting. Beberapa responden mengeluhkan kurangnya penerangan di jalan raya di daerah terpencil dan keterbatasan fasilitas medis di pos bantuan.

Pihak Polri menyatakan akan menindaklanjuti masukan tersebut dengan menambah lampu jalan LED dan memperluas jaringan pos medis di sepanjang jalur mudik.

Dengan hasil survei ini, diharapkan strategi serupa dapat dijadikan standar operasional bagi mudik selanjutnya, termasuk Lebaran 2027, guna memastikan kelancaran arus perjalanan dan keamanan seluruh warga.