TNI AD Bangun Jembatan Darurat di Lokasi Bencana Sumatera Barat
TNI AD Bangun Jembatan Darurat di Lokasi Bencana Sumatera Barat

TNI AD Bangun Jembatan Darurat di Lokasi Bencana Sumatera Barat

LintasWarganet.com – 08 April 2026 | Tim Zeni Konstruksi 12 Karana Jaya (Yonzikon 12/KJ) TNI Angkatan Darat memulai pembangunan jembatan sementara di wilayah terdampak bencana alam di Sumatera Barat. Proyek ini bertujuan memulihkan akses jalan bagi warga yang terputus akibat longsor dan banjir yang melanda beberapa desa pada akhir pekan lalu.

Lokasi pembangunan berada di daerah Padang Pariaman, tepat di lintasan jalan provinsi yang menghubungkan desa-desa pinggiran dengan pusat layanan kesehatan dan pasar tradisional. Jembatan direncanakan memiliki panjang sekitar 30 meter dengan lebar 4,5 meter, cukup untuk kendaraan ringan serta kendaraan darurat.

Berikut rangkaian tahapan utama yang dilaksanakan oleh satuan Zeni:

  • Survei lapangan dan penentuan titik penopang fondasi pada hari pertama.
  • Pemasangan tiang pancang beton pracetak selama dua hari pertama.
  • Pengangkatan panel baja modular yang diproduksi di fasilitas militer.
  • Penyelesaian lapisan permukaan dan pemasangan railing keselamatan.

Proses konstruksi diperkirakan selesai dalam waktu 10 hari kerja, dengan target operasional pada pertengahan minggu depan. Selama pengerjaan, tim Zeni berkoordinasi erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Pemerintah Kabupaten untuk memastikan keamanan area kerja dan mengoptimalkan distribusi bantuan logistik.

Komandan Zeni Konstruksi 12 Karana Jaya, Mayor Inf. Andi Setiawan, menyatakan, “Pembangunan jembatan ini merupakan respons cepat TNI AD untuk mengurangi penderitaan masyarakat. Kami berkomitmen menyalurkan kemampuan teknik kami demi mempercepat pemulihan infrastruktur kritis.”

Pihak pemerintah daerah menilai proyek ini sangat penting untuk mengurangi waktu tempuh evakuasi medis dan memperlancar distribusi bantuan makanan serta barang kebutuhan pokok. Sebelumnya, warga harus menempuh jarak lebih dari dua kali lipat karena harus memutar ke jalan alternatif yang berbukit.

Setelah selesai, jembatan akan dikelola secara bersama antara TNI AD dan pemerintah setempat, dengan perawatan rutin untuk menjaga kelayakan strukturalnya selama musim hujan berikutnya.