BPOM Dukung Pengendalian Penyakit Tidak Menular lewat Pelabelan Nutri-Level
BPOM Dukung Pengendalian Penyakit Tidak Menular lewat Pelabelan Nutri-Level

BPOM Dukung Pengendalian Penyakit Tidak Menular lewat Pelabelan Nutri-Level

LintasWarganet.com – 07 April 2026 | Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan dukungan kuatnya terhadap upaya penurunan beban penyakit tidak menular (PTM) dengan memperkenalkan sistem pelabelan Nutri-Level pada produk pangan. Pada sebuah acara resmi, BPOM menandatangani Rancangan Revisi Peraturan tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan yang akan menjadi landasan hukum pelaksanaan label ini.

Nutri-Level merupakan skema penilaian gizi yang mengklasifikasikan makanan menjadi empat level, yakni A, B, C, dan D, berdasarkan kandungan nutrisi penting seperti energi, gula, garam, lemak jenuh, serta serat. Tingkat A menandakan produk dengan profil gizi terbaik, sedangkan tingkat D menunjukkan kandungan yang kurang sehat.

  • Level A: Rendah gula, garam, lemak jenuh; tinggi serat dan nutrisi penting.
  • Level B: Kandungan gizi masih baik, namun terdapat sedikit peningkatan gula/garam.
  • Level C: Gizi moderat dengan batas atas gula/garam yang lebih tinggi.
  • Level D: Tinggi gula, garam, atau lemak jenuh; rendah serat.

Dengan label ini, konsumen diharapkan dapat membuat pilihan yang lebih cerdas ketika berbelanja, terutama dalam mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker yang terkait dengan pola makan tidak sehat. BPOM menargetkan pelaksanaan penuh Nutri-Level pada awal tahun 2025, setelah fase sosialisasi dan uji coba dengan produsen makanan.

Selain meningkatkan kesadaran gizi, mekanisme label juga memberikan insentif bagi produsen untuk reformulasi produk sehingga memenuhi standar gizi yang lebih ketat. BPOM menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor—pemerintah, industri, dan masyarakat—adalah kunci keberhasilan kebijakan ini.

Secara keseluruhan, pelabelan Nutri-Level diharapkan menjadi alat penting dalam strategi nasional mengendalikan PTM, selaras dengan program kesehatan masyarakat yang menekankan pencegahan melalui pola makan seimbang.