IDAI Serukan Audit Keamanan Pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis
IDAI Serukan Audit Keamanan Pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis

IDAI Serukan Audit Keamanan Pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis

LintasWarganet.com – 07 April 2026 | Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan pentingnya penerapan standar keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah terjadinya insiden keracunan makanan yang menimpa anak‑anak di Jakarta Timur.

Insiden tersebut dilaporkan menewaskan 2 anak dan melukai 70 anak lainnya, dengan gejala keracunan makanan yang muncul dalam waktu beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang disediakan oleh program tersebut. Pemeriksaan awal menemukan adanya kontaminasi mikroba serta kemungkinan penggunaan bahan baku yang tidak layak.

Berikut langkah‑langkah yang diusulkan IDAI untuk meningkatkan keamanan pangan dalam program MBG:

  • Mengadakan audit menyeluruh pada seluruh rantai pasokan makanan, mulai dari pemasok bahan baku hingga proses penyajian di titik distribusi.
  • Menerapkan standar higienis yang sesuai dengan pedoman Kementerian Kesehatan, termasuk prosedur sanitasi, suhu penyimpanan, dan pelatihan kebersihan bagi petugas dapur.
  • Melakukan pemeriksaan laboratorium rutin terhadap sampel makanan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.
  • Mengaktifkan sistem pelaporan cepat bila terjadi gejala keracunan, sehingga respons dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
  • Mengintegrasikan audit independen oleh lembaga akreditasi eksternal untuk memastikan objektivitas hasil evaluasi.

IDAI juga menekankan pentingnya edukasi gizi kepada orang tua dan pengasuh anak mengenai cara mengenali tanda‑tanda keracunan serta pentingnya kebersihan pribadi saat menyiapkan makanan.

Dalam pernyataannya, Ketua Umum IDAI, dr. Andi Wahyu, mengatakan, “Keselamatan anak‑anak adalah prioritas utama. Program Makan Bergizi Gratis harus dapat menjamin bahwa makanan yang diberikan tidak menimbulkan risiko kesehatan.” Ia menambahkan bahwa audit berkala akan membantu mengidentifikasi potensi kelemahan dan mencegah terulangnya insiden serupa.

Pemerintah daerah Jakarta bersama Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah diminta untuk berkoordinasi dengan IDAI dalam pelaksanaan audit tersebut. Diharapkan hasil audit dapat menjadi acuan perbaikan kebijakan dan prosedur operasional program MBG di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan langkah‑langkah ini, diharapkan program Makan Bergizi Gratis dapat kembali menjadi sarana penting dalam meningkatkan status gizi anak, sekaligus menjamin keamanan pangan yang memadai bagi generasi penerus.