IDAI: Baliho "Aku Harus Mati" Bisa Berdampak Buruk pada Remaja Rentan
IDAI: Baliho "Aku Harus Mati" Bisa Berdampak Buruk pada Remaja Rentan

IDAI: Baliho “Aku Harus Mati” Bisa Berdampak Buruk pada Remaja Rentan

LintasWarganet.com – 07 April 2026 | Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa penempatan baliho promosi film horor berjudul “Aku Harus Mati” dapat menimbulkan dampak negatif bagi remaja yang berada dalam situasi rentan. Menurut pernyataan resmi IDAI, visual yang menampilkan adegan kekerasan dan tema bunuh diri dapat memicu pikiran atau perilaku berbahaya pada anak‑anak muda, terutama yang sudah memiliki masalah kesehatan mental.

IDAI menekankan bahwa industri hiburan memiliki tanggung jawab sosial dalam menyesuaikan materi promosi dengan sensitivitas publik. Beberapa poin utama yang disampaikan meliputi:

  • Penggunaan gambar atau slogan yang mengandung unsur bunuh diri dapat memperkuat ideologi negatif pada remaja.
  • Remaja dengan riwayat depresi, kecemasan, atau tekanan sosial berisiko lebih tinggi terpengaruh.
  • Kurangnya peringatan usia atau disclaimer pada baliho meningkatkan potensi bahaya.
  • Media visual yang mudah dilihat di ruang publik dapat memperluas jangkauan dampak negatif.

Sebagai langkah preventif, IDAI mengusulkan beberapa rekomendasi, antara lain:

  1. Menambahkan peringatan usia minimal 17 tahun pada materi promosi.
  2. Menghindari penggunaan gambar atau kalimat yang secara eksplisit menyinggung bunuh diri.
  3. Melakukan evaluasi konten oleh tim ahli kesehatan mental sebelum penayangan publik.
  4. Mendorong produsen film untuk menyediakan alternatif promosi yang lebih aman bagi pemirsa muda.

Pihak berwenang, termasuk Kementerian Komunikasi dan Informatika, diharapkan dapat meninjau kembali kebijakan penempatan iklan luar ruang agar lebih melindungi kelompok rentan. IDAI menutup dengan mengajak orang tua, pendidik, dan masyarakat luas untuk lebih waspada serta memberikan dukungan emosional kepada remaja yang menunjukkan tanda‑tanda stres atau keputusasaan.