Rumah Doa Digeruduk Massa Usai Ibadah Jumat Agung, Sahroni Kecam Tindakan Intoleransi
Rumah Doa Digeruduk Massa Usai Ibadah Jumat Agung, Sahroni Kecam Tindakan Intoleransi

Rumah Doa Digeruduk Massa Usai Ibadah Jumat Agung, Sahroni Kecam Tindakan Intoleransi

LintasWarganet.com – 06 April 2026 | Pada Jumat Agung kemarin, sebuah rumah doa yang berada di kawasan metro Jakarta menjadi saksi aksi kekerasan setelah ibadah usai. Sekelompok massa yang diperkirakan berjumlah puluhan orang menyerbu lokasi, merobek tirai, menghancurkan peralatan ibadah, dan menodongkan simbol-simbol keagamaan sebagai bentuk intimidasi.

Polisi setempat segera menurunkan personel ke lokasi, melakukan penangkapan sementara terhadap beberapa pelaku, dan mengamankan area untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Saksi mata melaporkan bahwa kerusuhan terjadi dalam hitungan menit setelah umat berbondong‑bondong meninggalkan rumah doa.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan seperti ini merupakan bentuk intoleransi yang tidak dapat dibenarkan dalam negara hukum. Sahroni menuntut penyelidikan menyeluruh serta penegakan hukum yang tegas terhadap semua pelaku.

  • Pengusutan fakta secara independen oleh lembaga kepolisian.
  • Penegakan sanksi hukum terhadap pelaku kekerasan.
  • Dialog lintas agama untuk memperkuat toleransi.
  • Peningkatan keamanan di tempat ibadah selama hari-hari besar keagamaan.

Pemerintah daerah juga mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam aksi tersebut dan berjanji akan memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan serta tokoh agama untuk mencegah terulangnya insiden serupa. Masyarakat diharapkan tetap menjaga ketenangan, menghormati kebebasan beribadah, dan melaporkan setiap bentuk ancaman atau tindakan intoleran kepada pihak berwenang.