Wamen LH Ajak Warga Perbanyak Biopori di Hulu Ciliwung
Wamen LH Ajak Warga Perbanyak Biopori di Hulu Ciliwung

Wamen LH Ajak Warga Perbanyak Biopori di Hulu Ciliwung

LintasWarganet.com – 06 April 2026 | JAKARTA – Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, menekankan kembali bahwa penanggulangan banjir di kawasan Jabodetabek harus dimulai dari hulu sungai Ciliwung. Dalam kunjungan ke beberapa desa di sekitar DAS Ciliwung, beliau mengajak warga memperbanyak pembuatan lubang biopori sebagai langkah sederhana namun efektif.

Biopori adalah lubang berdiameter sekitar 10‑15 cm yang dibuat pada tanah berpasir atau berpasir‑lempung, dipenuhi dengan kompos atau bahan organik, lalu ditutup dengan tanah. Struktur ini berfungsi menampung air hujan, memperlambat aliran permukaan, dan meningkatkan resapan air ke dalam tanah, sehingga mengurangi volume air yang mengalir ke sungai.

Diaz Hendropriyono menyatakan, “Setiap lubang biopori yang dibuat dapat menyerap hingga 5 liter air. Jika warga memperbanyaknya, potensi penurunan debit sungai di musim hujan akan sangat signifikan.” Ia menambahkan bahwa partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci utama keberhasilan program ini.

Berikut langkah‑langkah praktis dalam pembuatan biopori yang dapat diikuti oleh warga:

  • Identifikasi lokasi yang tidak mengganggu struktur bangunan, seperti pekarangan rumah, area parkir, atau tepi jalan.
  • Gali lubang dengan diameter 10‑15 cm dan kedalaman sekitar 30‑40 cm.
  • Masukkan lapisan kompos atau sekam padi setebal 5‑10 cm sebagai media organik.
  • Isi kembali lubang dengan tanah, padatkan ringan, dan siram air untuk mengaktifkan proses resapan.
  • Lakukan perawatan berkala dengan menambahkan kompos setiap 6‑12 bulan untuk menjaga efektivitas.

Pemerintah daerah setempat berjanji akan menyediakan bantuan material kompos serta pelatihan teknis bagi warga yang ingin berpartisipasi. Diharapkan dalam jangka panjang, jaringan biopori yang tersebar di hulu Ciliwung dapat mengurangi frekuensi dan intensitas banjir di wilayah perkotaan.