Dinas Kesehatan Baubau Gelar Sosialisasi Pencegahan TBC pada Anak
Dinas Kesehatan Baubau Gelar Sosialisasi Pencegahan TBC pada Anak

Dinas Kesehatan Baubau Gelar Sosialisasi Pencegahan TBC pada Anak

LintasWarganet.com – 04 April 2026 | Pemerintah Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, mengadakan acara sosialisasi mengenai pencegahan tuberkulosis (TBC) pada anak pada minggu lalu. Kegiatan ini diprakarsai oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Baubau dan dihadiri oleh para tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, serta orang tua murid dari beberapa sekolah dasar di wilayah tersebut.

Acara dimulai dengan sambutan Kepala Dinas Kesehatan Baubau yang menekankan pentingnya kesadaran dini terhadap TBC anak, mengingat penyakit ini masih menjadi penyebab utama kematian pada anak di Indonesia jika tidak ditangani secara tepat. Selanjutnya, tim medis Dinkes memberikan paparan tentang gejala, cara penularan, dan faktor risiko TBC pada anak.

Berikut adalah poin-poin utama yang disampaikan dalam sosialisasi:

  • Deteksi dini: Memperhatikan gejala seperti batuk berkepanjangan lebih dari dua minggu, demam, penurunan berat badan, dan keringat malam.
  • Pengobatan tepat: Anak yang terdiagnosa harus menjalani terapi antibiotik selama enam bulan sesuai protokol nasional.
  • Vaksinasi BCG: Penting untuk memberikan vaksin BCG pada bayi baru lahir sebagai langkah pencegahan pertama.
  • Gizi seimbang: Nutrisi yang baik membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh anak.
  • Kebersihan lingkungan: Menjaga ventilasi ruangan, membersihkan debu, dan menghindari paparan asap rokok.

Tim Dinkes juga membagikan materi edukatif berupa poster, brosur, dan modul sederhana yang dapat digunakan oleh guru dan orang tua untuk meningkatkan pemahaman tentang TBC anak di rumah maupun di sekolah.

Selain itu, pihak Dinas Kesehatan berkomitmen untuk melakukan skrining gratis di beberapa posyandu selama tiga bulan ke depan, sehingga anak-anak yang berisiko dapat teridentifikasi lebih cepat.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan angka kejadian TBC pada anak di Baubau dapat berkurang signifikan dan kesehatan generasi muda menjadi lebih terjaga.