UNAND Teliti Potensi Tanaman Lokal untuk Obat Diabetes dan Hipertensi
UNAND Teliti Potensi Tanaman Lokal untuk Obat Diabetes dan Hipertensi

UNAND Teliti Potensi Tanaman Lokal untuk Obat Diabetes dan Hipertensi

LintasWarganet.com – 28 Mei 2026 | Tim peneliti Universitas Andalas (UNAND) di Sumatera Barat sedang melakukan riset intensif untuk mengkaji kemampuan tanaman asli daerah dalam menangani dua masalah kesehatan utama, yaitu diabetes mellitus dan hipertensi. Penelitian ini bertujuan menemukan senyawa bioaktif yang dapat dijadikan dasar pembuatan obat tradisional maupun modern.

Peneliti memulai dengan mengidentifikasi beberapa tumbuhan yang sudah lama dikenal dalam praktik pengobatan masyarakat setempat. Dari lapangan, tim mengumpulkan sampel daun, akar, dan buah dari lima spesies utama, antara lain:

  • Kacip Fatimah (Labisia pumila)
  • Daun Sirsak (Annona muricata)
  • Daun Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus)
  • Kayu Manis (Cinnamomum burmannii)
  • Daun Jambu Biji (Psidium guajava)

Setelah bahan mentah terkumpul, langkah selanjutnya meliputi ekstraksi kimia menggunakan pelarut etanol dan air, kemudian uji in‑vitro pada sel pankreas dan sel otot untuk mengukur aktivitas penghambatan glukosa serta uji pada model hewan untuk menilai efek penurunan tekanan darah.

Hasil sementara menunjukkan bahwa ekstrak kayu manis dan daun sirsak memiliki aktivitas antidiabetik yang signifikan, dengan penurunan kadar gula darah rata‑rata sebesar 15‑20% pada percobaan hewan. Sementara itu, ekstrak daun kumis kucing memperlihatkan penurunan tekanan sistolik hingga 12 mmHg pada model hipertensi.

Peneliti menekankan pentingnya proses validasi lebih lanjut, termasuk identifikasi struktur senyawa aktif, uji toksisitas, dan uji klinis pada manusia. Jika berhasil, temuan ini berpotensi membuka peluang pengembangan obat berbasis tanaman yang lebih terjangkau dan ramah lingkungan, khususnya bagi masyarakat di daerah pedesaan.

UNAND berencana melanjutkan kolaborasi dengan institusi farmasi nasional serta mengajukan paten atas senyawa yang terbukti efektif. Diharapkan hasil riset ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai sumber biofarmaka yang beragam.