UMKM Perkebunan Naik Kelas, BPDP Hadirkan Rompi Antipeluru Berbahan Sawit di ITTIE 2026
UMKM Perkebunan Naik Kelas, BPDP Hadirkan Rompi Antipeluru Berbahan Sawit di ITTIE 2026

UMKM Perkebunan Naik Kelas, BPDP Hadirkan Rompi Antipeluru Berbahan Sawit di ITTIE 2026

LintasWarganet.com – 17 Juni 2026 | BPDP (Badan Pengembangan Perkebunan) memperkuat daya saing UMKM sektor perkebunan dengan meluncurkan produk inovatif berupa rompi antipeluru yang diproduksi dari limbah kelapa sawit pada ajang International Trade & Technology Indonesia Expo (ITTIE) 2026 di Surabaya.

Rompi ini menggabungkan serat kelapa sawit yang telah diproses menjadi bahan komposit kuat, dipadukan dengan lapisan kevlar untuk menambah daya tahan terhadap penetrasi peluru. Penggunaan bahan baku lokal tidak hanya menurunkan biaya produksi, tetapi juga mendukung program keberlanjutan lingkungan.

  • Bahan utama: Serat kelapa sawit yang diproses termal.
  • Komposisi lapisan: 30% serat sawit, 70% kevlar.
  • Berat: 1,8 kg per unit.
  • Kemampuan: Menahan peluru kaliber 9mm sesuai standar NIJ.

Produk ini diharapkan menjadi peluang baru bagi UMKM perkebunan untuk bergerak ke segmen manufaktur produk keamanan, memperluas pasar domestik dan internasional.

Parameter Spesifikasi
Bahan Dasar Serat kelapa sawit termal
Lapisan Pelindung Kombinasi kevlar dan resin epoksi
Berat 1,8 kg
Standar Tahan Peluru NIJ Level IIIA (9mm)
Produksi Awal 500 unit untuk demonstrasi

Dalam sambutannya, kepala BPDP menekankan bahwa inovasi ini merupakan contoh konkret bagaimana transformasi nilai tambah dapat meningkatkan pendapatan UMKM sekaligus mengurangi limbah pertanian. Ia menambahkan bahwa dukungan pembiayaan, pelatihan teknis, dan akses pasar akan terus dipercepat melalui program pemerintah.

Pengunjung ITTIE 2026 dapat melihat langsung contoh rompi tersebut di stan BPDP, sekaligus berkesempatan berdiskusi dengan tim R&D tentang prospek produksi massal dan sertifikasi keamanan.