Tulungagung Dampingi Siswa SD yang Terpapar Konten Radikal
Tulungagung Dampingi Siswa SD yang Terpapar Konten Radikal

Tulungagung Dampingi Siswa SD yang Terpapar Konten Radikal

LintasWarganet.com – 19 Mei 2026 | Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) meluncurkan program pendampingan bagi siswa sekolah dasar yang diduga terpapar konten radikal. Program ini bertujuan memberikan perlindungan psikologis, edukasi nilai kebangsaan, serta menegakkan kembali rasa aman di lingkungan sekolah.

Tim KBPPPA bekerja sama dengan dinas pendidikan, kepolisian, dan lembaga non‑pemerintah yang bergerak di bidang pencegahan radikalisme. Pendekatan yang digunakan meliputi:

  • Identifikasi cepat siswa yang terpapar melalui laporan guru, orang tua, atau pihak terkait.
  • Konseling psikologis individual dan kelompok untuk mengatasi dampak emosional.
  • Workshop nilai kebangsaan dan toleransi yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua.
  • Pelatihan literasi digital bagi guru agar dapat memfilter dan mendeteksi konten berbahaya di dunia maya.
  • Monitoring berkelanjutan selama tiga bulan pertama dengan laporan bulanan kepada kepala dinas.

Ketua KBPPPA Tulungagung, Bapak Agus Santoso, menyatakan bahwa upaya ini bersifat preventif dan rehabilitatif. “Kami tidak hanya menindak, tetapi juga memberikan ruang bagi anak‑anak untuk kembali menemukan identitas positif mereka,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kerjasama antar‑instansi menjadi kunci utama dalam mengatasi penyebaran konten radikal di kalangan usia dini.

Selain itu, pihak sekolah diminta memperkuat kebijakan penggunaan internet di lingkungan belajar, serta meningkatkan peran orang tua dalam memantau aktivitas daring anak. Dinas Pendidikan Tulungagung juga menyiapkan modul edukasi yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum kelas IV dan V, menekankan pentingnya nilai-nilai persatuan, gotong‑royong, dan penghargaan terhadap perbedaan.

Program pendampingan ini diharapkan dapat menurunkan angka paparan konten radikal di kalangan pelajar serta memperkuat jaringan perlindungan anak di Tulungagung. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau dan menyesuaikan strategi sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan.