Trump: Angkatan Laut AS rampas minyak Iran, ini bisnis menguntungkan

LintasWarganet.com – 03 Mei 2026 | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Jumat 1 Mei mengungkapkan kebanggaannya atas operasi Angkatan Laut AS yang berhasil menyita sejumlah kapal tanker yang membawa minyak Iran. Menurutnya, aksi tersebut tidak hanya menekan ekonomi Tehran, tetapi juga menjadi “bisnis menguntungkan” bagi pihak Amerika.

Trump menyatakan bahwa penyitaan minyak Iran memberikan keuntungan finansial yang signifikan bagi pemerintah AS serta kontraktor pertahanan. Ia menekankan bahwa langkah ini sejalan dengan kebijakan sanksi ekonomi yang telah diberlakukan oleh Washington terhadap Iran sejak penarikan perjanjian nuklir pada 2018.

Berikut poin-poin utama yang disampaikan oleh Trump:

  • Angkatan Laut berhasil mengidentifikasi dan menahan tiga kapal tanker yang diduga mengangkut minyak Iran melalui Selat Hormuz.
  • Minyak yang disita dipindahkan ke fasilitas penyimpanan milik pemerintah AS, dimana kemudian dijual kembali dengan margin keuntungan bagi anggaran pertahanan.
  • Operasi ini dianggap sebagai demonstrasi kekuatan militer dan ekonomi Amerika di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan Trump menuai beragam reaksi. Di dalam negeri, sebagian pihak mengkritik penggunaan istilah “bisnis” untuk menggambarkan kegiatan militer, menilai hal tersebut dapat menurunkan citra profesionalisme angkatan bersenjata. Sementara itu, analis geopolitik menilai aksi tersebut meningkatkan tekanan ekonomi pada Iran, namun berpotensi memicu ketegangan lebih lanjut di wilayah perairan strategis.

Para pakar ekonomi mencatat bahwa penjualan minyak yang disita dapat menambah pendapatan tambahan bagi anggaran pertahanan, namun nilai sebenarnya tergantung pada harga pasar minyak global yang fluktuatif. Mereka menambahkan bahwa manfaat jangka panjang dari strategi ini masih belum dapat dipastikan, mengingat kemungkinan balasan diplomatik atau militer dari Iran.

Secara keseluruhan, pernyataan Trump menegaskan komitmen administrasinya untuk menggunakan kekuatan militer serta alat ekonomi dalam menindak kebijakan Iran, sekaligus menyoroti potensi keuntungan finansial yang dapat diperoleh dari tindakan tersebut.