TNI AU Gandeng Bappenas Wujudkan Bandara Kertajati Jadi Pusat MRO Pesawat AS
TNI AU Gandeng Bappenas Wujudkan Bandara Kertajati Jadi Pusat MRO Pesawat AS

TNI AU Gandeng Bappenas Wujudkan Bandara Kertajati Jadi Pusat MRO Pesawat AS

LintasWarganet.com – 06 Juni 2026 | TNI Angkatan Udara (AU) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menandai langkah strategis untuk mengoptimalkan Bandara Internasional Kertajati di Jawa Barat menjadi pusat pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul (MRO) pesawat milik Amerika Serikat. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat kesiapan pertahanan serta mendorong pertumbuhan industri kedirgantaraan domestik.

Beberapa poin utama dari rencana tersebut antara lain:

  • Mengintegrasikan fasilitas MRO dengan standar internasional guna menerima pesawat militer dan sipil buatan Amerika.
  • Menjadi hub logistik dan teknis yang mendukung operasi TNI AU di wilayah Asia‑Pasifik.
  • Memberikan peluang kerja bagi tenaga ahli Indonesia serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang aeronautika.
  • Menggerakkan rantai pasok lokal, termasuk produsen suku cadang, komponen elektronik, dan layanan teknik.
  • Memperkuat kemandirian pertahanan melalui transfer teknologi dan pengetahuan dari mitra Amerika.

Direktur Utama TNI AU menekankan bahwa keberadaan pusat MRO di Kertajati akan mengurangi ketergantungan pada fasilitas luar negeri, mempercepat perawatan pesawat, dan menurunkan biaya operasional. Sementara itu, Bappenas melihat proyek ini sebagai bagian dari agenda pembangunan infrastruktur strategis yang selaras dengan visi Indonesia menjadi pusat hub transportasi dan logistik regional.

Implementasi proyek akan melalui tiga fase utama: perencanaan detail, pembangunan infrastruktur fisik, dan operasionalisasi layanan MRO. Pemerintah berkomitmen menyediakan dukungan regulasi, pembiayaan, serta kerangka kerja kemitraan publik‑swasta untuk memastikan kelancaran proses.

Jika berhasil, Bandara Kertajati tidak hanya akan menjadi pintu gerbang udara utama di Jawa Barat, tetapi juga simbol kemampuan industri pertahanan Indonesia yang semakin mandiri dan berdaya saing global.