Telkom Rencanakan Likuidasi 12 hingga 14 Anak Usaha, COO Ungkap Rencana Strategis
Telkom Rencanakan Likuidasi 12 hingga 14 Anak Usaha, COO Ungkap Rencana Strategis

Telkom Rencanakan Likuidasi 12 hingga 14 Anak Usaha, COO Ungkap Rencana Strategis

LintasWarganet.com – 15 Juni 2026 | PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengumumkan rencana likuidasi atau penutupan antara dua belas hingga empat belas anak perusahaan sebagai bagian dari restrukturisasi bisnisnya.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria dalam sebuah pertemuan internal, yang menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk memfokuskan kembali sumber daya pada unit bisnis inti serta meningkatkan efisiensi operasional.

Beberapa faktor yang memicu keputusan ini antara lain:

  • Penurunan profitabilitas pada sejumlah anak perusahaan yang tidak lagi sejalan dengan strategi digital telco.
  • Kebutuhan untuk mengurangi beban biaya tetap dan memperbaiki rasio keuangan.
  • Pergeseran perilaku konsumen menuju layanan berbasis cloud dan infrastruktur jaringan.

Rencana penutupan diperkirakan akan dilaksanakan dalam beberapa fase, dengan estimasi selesai pada akhir tahun 2026. Proses likuidasi akan melibatkan penjualan aset, penyelesaian kewajiban, serta penempatan kembali tenaga kerja ke unit yang masih beroperasi.

Berikut perkiraan tahapan utama likuidasi:

Fase Deskripsi Perkiraan Waktu
1 Identifikasi anak usaha yang akan ditutup Q3 2024
2 Penilaian aset dan negosiasi penjualan Q4 2024 – Q2 2025
3 Penyelesaian kewajiban hukum dan finansial Q3 2025 – Q4 2025
4 Realokasi sumber daya manusia 2025 – 2026
5 Penutupan resmi dan pelaporan akhir 2026

Para analis pasar menilai bahwa restrukturisasi ini dapat meningkatkan margin laba bersih Telkom dalam jangka menengah, meski potensi kehilangan pendapatan dari unit yang ditutup tetap menjadi risiko.

Selain itu, serikat pekerja menuntut jaminan penempatan kembali dan paket kompensasi yang layak bagi karyawan yang terdampak. Pihak manajemen berkomitmen untuk melakukan dialog intensif guna meminimalkan dampak sosial.

Langkah ini juga sejalan dengan strategi digitalisasi Telkom yang menekankan pada pengembangan jaringan 5G, layanan cloud, dan solusi teknologi informasi bagi korporasi.

Dengan menyingkirkan unit yang tidak produktif, diharapkan Telkom dapat mengoptimalkan modal, memperkuat posisi pasar, dan menyiapkan fondasi yang lebih kuat untuk pertumbuhan di era ekonomi digital.