Tak Ada Lahan yang Sesuai Kriteria Agrinas, Pengurus Koperasi Merah Putih Suka Maju Binjai Barat Kehilangan Semangat
Tak Ada Lahan yang Sesuai Kriteria Agrinas, Pengurus Koperasi Merah Putih Suka Maju Binjai Barat Kehilangan Semangat

Tak Ada Lahan yang Sesuai Kriteria Agrinas, Pengurus Koperasi Merah Putih Suka Maju Binjai Barat Kehilangan Semangat

LintasWarganet.com – 30 Maret 2026 | Pengurus Koperasi Merah Putih Suka Maju yang berpusat di Binjai Barat mengalami penurunan semangat kerja setelah berulang kali menemui kendala dalam memperoleh lahan yang memenuhi syarat Agribisnis Nasional (Agrinas). Ketiadaan lahan yang cocok menjadi faktor utama mengikis motivasi para pengurus dalam menggerakkan program pemberdayaan petani dan pelaku usaha mikro di wilayah tersebut.

Sejak awal tahun, koperasi ini telah melakukan serangkaian upaya pencarian lahan, termasuk mengadakan pertemuan dengan pemilik tanah, pemerintah daerah, serta pihak swasta. Namun, semua alternatif yang diajukan belum dapat memenuhi kriteria ketat yang ditetapkan oleh Agrinas, antara lain:

Kriteria Persyaratan Status Saat Ini
Luas Minimum 5 hektar Mayoritas lahan tersedia kurang dari 3 hektar
Kondisi Tanah Subur, pH 6-7, bebas kontaminasi Beberapa lahan mengandung logam berat
Lokasi Jarak <10 km dari pusat pasar Lokasi yang tersedia berada >15 km
Akses Jalan Jalan beraspal dan dapat dilalui truk Hanya jalan tanah yang rusak saat musim hujan

Selain kendala teknis, kurangnya dukungan pembangunan fisik dari Agrinas di wilayah Binjai Barat memperparah situasi. Tanpa adanya infrastruktur pendukung seperti irigasi, fasilitas penyimpanan, dan akses transportasi yang memadai, calon lahan yang ada menjadi kurang menarik bagi investor maupun petani.

Pengurus koperasi, yang dipimpin oleh Bapak Ahmad Rizal, menyatakan bahwa semangat anggota menurun drastis setelah serangkaian rapat tidak menghasilkan solusi konkrit. “Kami sudah berusaha keras, namun setiap kali kami menemukan lahan potensial, selalu ada satu atau dua persyaratan yang tidak terpenuhi,” ujarnya.

Untuk mengatasi kebuntuan, koperasi berencana melakukan beberapa langkah strategis, antara lain:

  • Mengajukan revisi sementara pada kriteria Agrinas yang bersifat fleksibel untuk wilayah dengan kondisi geografis khusus.
  • Menjalin kemitraan dengan lembaga keuangan lokal guna menyediakan dana untuk perbaikan infrastruktur lahan.
  • Mengoptimalkan penggunaan lahan yang ada melalui teknologi pertanian intensif, seperti hidroponik dan vertikultur.

Jika langkah-langkah tersebut dapat diwujudkan, diharapkan semangat pengurus dan anggota koperasi kembali pulih, sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi agraris di Binjai Barat.