SPPG Ber-SLHS Meningkat Tajam, Waka BGN: Agustus Seluruh SPPG Harus Sudah Bersertifikat

LintasWarganet.com – 16 April 2026 | Progres pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menunjukkan peningkatan signifikan pada awal tahun 2026.

Data Kementerian Kesehatan per 15 April 2026 mencatat bahwa sebanyak 1.250 SPPG telah memperoleh sertifikat SLHS, naik dari 820 pada akhir 2025. Persentase SPPG bersertifikat mencapai 38,5% dari total 3.250 SPPG yang terdaftar.

Berikut rangkuman bulanan pencapaian sertifikasi:

Bulan Jumlah SPPG Bersertifikat Persentase
Januari 2026 620 19,1%
Februari 2026 820 25,2%
Maret 2026 1.020 31,4%
April 2026 1.250 38,5%

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (Waka BGN), Dr. Ahmad Suryadi, menegaskan bahwa target ambisius telah ditetapkan: seluruh SPPG harus memiliki sertifikat SLHS paling lambat Agustus 2026. Ia menambahkan, “Sertifikasi SLHS bukan sekadar formalitas, melainkan jaminan bahwa layanan gizi yang diberikan memenuhi standar kebersihan dan sanitasi yang ketat, demi melindungi kesehatan anak-anak dan ibu hamil.”

Peningkatan ini didorong oleh beberapa langkah strategis pemerintah, antara lain penyediaan pelatihan intensif bagi tenaga kerja SPPG, bantuan dana untuk perbaikan infrastruktur sanitasi, serta pengawasan rutin melalui tim inspeksi Kemenkes.

Namun tantangan masih tetap ada. Beberapa SPPG di daerah terpencil masih menghadapi kendala logistik dan keterbatasan sumber daya manusia. Pemerintah berkomitmen memperluas jaringan dukungan teknis dan meningkatkan alokasi anggaran untuk memastikan tidak ada SPPG yang tertinggal.

Jika target Agustus tercapai, diharapkan seluruh SPPG di Indonesia dapat beroperasi dengan standar higienis yang konsisten, meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan gizi, serta berkontribusi pada penurunan angka stunting dan gizi buruk secara nasional.