Sekolah Rakyat Tawarkan Tempat bagi 700 Anak Jalanan di Jabodetabek
Sekolah Rakyat Tawarkan Tempat bagi 700 Anak Jalanan di Jabodetabek

Sekolah Rakyat Tawarkan Tempat bagi 700 Anak Jalanan di Jabodetabek

LintasWarganet.com – 26 Mei 2026 | Program “Sekolah Rakyat” yang dikelola Kementerian Sosial bersama mitra lokal kini berhasil menampung sekitar 700 anak jalanan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Inisiatif ini bertujuan memberikan akses pendidikan formal serta layanan pendukung bagi anak‑anak yang sebelumnya hidup di pinggir jalan.

Berangkat dari data sensus sosial yang mengidentifikasi lebih dari 3.000 anak tanpa tempat tinggal tetap di kawasan Jabodetabek, tim Kementerian Sosial menargetkan penempatan 700 anak pada fase pertama. Anak‑anak tersebut dipilih berdasarkan kriteria usia (6‑18 tahun), kondisi kesehatan, dan tingkat kerentanan sosial.

Setiap peserta program mendapatkan paket layanan lengkap, antara lain:

  • Pendidikan dasar dan menengah gratis di sekolah mitra yang telah disertifikasi.
  • Program makan siang bergizi tiga kali sehari.
  • Konseling psikologis serta pendampingan sosial.
  • Pelatihan keterampilan hidup (soft‑skill) dan vokasi untuk persiapan kerja.

Direktur Kementerian Sosial, Nama Direktur, menyatakan bahwa penempatan ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi angka anak jalanan sekaligus memperkuat jaringan perlindungan sosial. “Kami berharap dengan memberikan pendidikan dan perlindungan yang memadai, anak‑anak ini dapat kembali menapaki jalur belajar dan menggapai masa depan yang lebih baik,” ujarnya dalam konferensi pers pada 24 Mei 2024.

Selain itu, program ini didukung oleh sejumlah LSM dan perusahaan swasta yang menyediakan dana, perlengkapan belajar, serta tenaga pengajar sukarelawan. Kolaborasi ini memungkinkan pendirian ruang kelas darurat serta transportasi harian bagi anak‑anak yang tinggal jauh dari sekolah.

Hingga akhir Juni 2024, laporan internal menunjukkan tingkat kehadiran siswa mencapai 92 % dan peningkatan nilai rata‑rata ujian sebesar 15 % dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tim monitoring juga mencatat penurunan signifikan pada kasus kekerasan dan eksploitasi yang dialami oleh peserta.

Keberhasilan fase pertama diharapkan menjadi model replikasi di wilayah lain di Indonesia. Kementerian Sosial berencana menambah kapasitas penampungan hingga 1.200 anak pada tahun 2025, sekaligus memperluas program pendampingan ke daerah‑daerah yang masih memiliki masalah anak jalanan tinggi.