Satu Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos Agus Jabo: Alhamdulillah Cukup Berhasil
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos Agus Jabo: Alhamdulillah Cukup Berhasil

Satu Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos Agus Jabo: Alhamdulillah Cukup Berhasil

LintasWarganet.com – 27 Juni 2026 | Setahun yang lalu Kementerian Sosial meluncurkan program Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif untuk menyediakan pendidikan dasar dan menengah secara gratis bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Pada peringatan pertama program ini, Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo menyatakan, “Alhamdulillah, program ini cukup berhasil dalam mencapai tujuan awalnya, yaitu memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.”

Program Sekolah Rakyat menargetkan 1.500 sekolah di seluruh Indonesia, dengan fokus pada daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi. Hingga akhir tahun pertama, pencapaian utama antara lain:

  • Lebih dari 1.200 sekolah telah beroperasi, mencakup 850.000 siswa.
  • Rekrutmen 45.000 guru dan tenaga pendukung, sebagian besar berasal dari komunitas setempat.
  • Distribusi fasilitas belajar berupa buku paket, seragam, dan perlengkapan laboratorium ke semua sekolah yang berpartisipasi.
  • Anggaran sebesar Rp 12 triliun disalurkan, dengan sebagian dana berasal dari APBN dan donatur swasta.

Wamensos Agus Jabo menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. “Kita bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Dinas Pendidikan Provinsi, serta organisasi masyarakat sipil untuk memastikan standar kualitas mengajar tetap terjaga,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tantangan selanjutnya meliputi peningkatan kualitas guru, penyediaan sarana digital, serta penguatan mekanisme evaluasi program.

Beberapa langkah strategis yang direncanakan untuk tahun kedua meliputi:

  1. Peningkatan pelatihan kompetensi guru melalui program sertifikasi nasional.
  2. Penerapan teknologi pembelajaran daring untuk menjangkau daerah terpencil.
  3. Pembentukan sistem monitoring berbasis data untuk menilai progres akademik siswa secara real‑time.
  4. Penguatan kemitraan dengan sektor swasta untuk pendanaan infrastruktur tambahan.

Para pengamat pendidikan menilai bahwa program Sekolah Rakyat dapat menjadi model bagi kebijakan sosialekonomi yang lebih luas, asalkan dukungan politik dan pendanaan terus berlanjut. Mereka juga mengingatkan pentingnya integrasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja lokal.

Dengan momentum satu tahun pertama yang dianggap cukup berhasil, Wamensos Agus Jabo menutup pertemuan dengan harapan bahwa “Sekolah Rakyat akan terus menjadi garda terdepan dalam memutus rantai kemiskinan, sehingga generasi muda Indonesia dapat menikmati peluang pendidikan yang setara.”