Saham ENRG Turun Tajam, Analis Tetap Optimis Beli dengan Target Rekor Baru
Saham ENRG Turun Tajam, Analis Tetap Optimis Beli dengan Target Rekor Baru

Saham ENRG Turun Tajam, Analis Tetap Optimis Beli dengan Target Rekor Baru

LintasWarganet.com – 30 Maret 2026 | Saham PT Energi Indonesia Tbk (ENRG) mengalami penurunan signifikan pada sesi perdagangan Senin, 30 Maret 2026, menyusul penurunan indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kini berada di level 7.097,05. Meskipun ENRG turun dari puncak tertinggi yang tercatat beberapa bulan lalu, sejumlah analis tetap memberikan rekomendasi beli (Buy) dengan target harga yang diyakini dapat menembus rekor tertinggi baru.

Latang Pasar Saham Indonesia

Indeks IHSG diproyeksikan akan melanjutkan koreksi ke level 6.700, dengan analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menekankan adanya shifting pada struktur internal indeks. Support utama IHSG teridentifikasi di area 7.057, 6.900, 6.744, dan 6.587, sementara resistance berada di 7.436, 7.765, serta 8.098. Data perdagangan Jumat, 27 Maret 2026, menunjukkan aksi jual asing sebesar Rp 1,89 triliun, menurunkan saham-saham unggulan seperti BBCA, BBRI, BBNI, BMRI, dan TLKM. Kondisi ini menambah tekanan pada saham-saham berkapitalisasi menengah, termasuk ENRG.

Pergerakan Saham ENRG

ENRG menutup sesi Senin dengan penurunan sekitar 5,3 persen, mengukir level 1.820 rupiah per lembar, jauh di bawah puncak tertinggi 2.380 rupiah yang tercapai pada bulan Januari 2026. Penurunan tersebut sejalan dengan melemahnya sentimen sektor energi akibat kekhawatiran global tentang permintaan listrik dan kebijakan tarif listrik yang masih dalam tahap peninjauan. Namun, analis mencatat bahwa harga ENRG masih berada di atas level support teknikal jangka pendek di 1.750 rupiah, memberikan ruang pergerakan bullish jika ada pemulihan sentimen.

Rekomendasi Analis dan Target Harga

  • Ivan Rosanova (Binaartha Sekuritas) menegaskan bahwa meskipun IHSG berada di zona koreksi, saham-saham dengan fundamental kuat tetap memiliki peluang naik.
  • Fanny Suherman (BNI Sekuritas) menambahkan bahwa ENRG, bersama dengan saham-saham energi lainnya, dapat menjadi pilihan buy pada level support 1.750-1.800 rupiah.
  • Target harga jangka menengah yang diberikan oleh BNI Sekuritas untuk ENRG adalah 2.120 rupiah, cukup untuk menembus level tertinggi sebelumnya dan menciptakan rekor baru.

Target tersebut didukung oleh prospek kenaikan produksi energi terbarukan dan rencana ekspansi pembangkit listrik baru yang diharapkan mulai beroperasi pada kuartal ketiga 2026. Selain itu, kebijakan pemerintah yang mendukung investasi di sektor energi bersih diperkirakan akan meningkatkan permintaan listrik domestik.

Faktor Risiko

Meski rekomendasi beli tetap kuat, analis mengingatkan beberapa risiko yang perlu diperhatikan investor, antara lain: (1) fluktuasi harga komoditas energi global yang dapat memengaruhi margin ENRG; (2) ketidakpastian regulasi tarif listrik yang dapat menunda proyek baru; (3) tekanan likuiditas pasar akibat aksi jual asing yang masih berlangsung. Investor disarankan untuk menunggu konfirmasi penguatan IHSG di atas level 7.100 sebelum menambah posisi secara signifikan.

Dengan mempertimbangkan kondisi makroekonomi, support teknikal, serta prospek fundamental perusahaan, rekomendasi beli pada ENRG tetap relevan. Target harga 2.120 rupiah menandakan potensi tembus rekor tertinggi baru, asalkan pasar menunjukkan tanda-tanda stabilisasi dan kebijakan energi mendukung pertumbuhan perusahaan.