Rupiah Terus Tertekan, Proyeksi BI Rate Dipersimpangan Antara Tetap atau Naik
Rupiah Terus Tertekan, Proyeksi BI Rate Dipersimpangan Antara Tetap atau Naik

Rupiah Terus Tertekan, Proyeksi BI Rate Dipersimpangan Antara Tetap atau Naik

LintasWarganet.com – 20 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah terus berada di zona tekanan sejak awal tahun, dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Kenaikan suku bunga di Amerika Serikat, pelemahan dolar Asia, serta aliran modal keluar memperburuk nilai tukar.

Bank Indonesia (BI) telah menghabiskan lebih dari US$10 miliar dalam empat bulan terakhir dari cadangan devisa untuk menstabilkan pasar. Upaya intervensi ini terbukti kurang efektif karena rupiah masih menunjukkan tren depresiasi.

Dalam menghadapi situasi ini, dua skenario utama dibahas oleh analis pasar:

  • Skenario pertama: BI mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) pada level saat ini untuk memberi ruang bagi kebijakan moneter yang lebih lunak dan menghindari beban tambahan pada sektor produktif.
  • Skenario kedua: BI menaikkan suku bunga guna menahan arus keluar modal dan menambah daya tarik investasi dalam negeri, meski dapat meningkatkan tekanan pada pertumbuhan ekonomi.

Berikut ini ringkasan perubahan cadangan devisa dalam empat bulan terakhir:

Bulan Penurunan Cadangan (USD Miliar)
Januari-Februari 2,5
Maret 3,0
April 4,5

Penggunaan cadangan yang signifikan menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan kebijakan intervensi. Sementara itu, inflasi domestik tetap berada di atas target, menambah beban pada keputusan kebijakan moneter.

Para pelaku pasar memperkirakan bahwa keputusan BI akan sangat dipengaruhi oleh pergerakan dolar AS, data inflasi, serta dinamika pertumbuhan ekonomi global. Keputusan yang diambil dalam pertemuan selanjutnya akan menentukan arah nilai tukar rupiah dalam beberapa bulan ke depan.