Rupiah Masih Tertekan, Ekonom: BI Masih Berpeluang Kembali Naikkan Suku Bunga
Rupiah Masih Tertekan, Ekonom: BI Masih Berpeluang Kembali Naikkan Suku Bunga

Rupiah Masih Tertekan, Ekonom: BI Masih Berpeluang Kembali Naikkan Suku Bunga

LintasWarganet.com – 20 Juni 2026 | Nilai tukar rupiah terus berada di zona lemah pada pekan ini, dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat dan aliran modal asing yang beralih ke aset berbasis dolar. Pada akhir minggu lalu, kurs USD/IDR mencatat level tertinggi sejak awal tahun, menambah tekanan pada pasar valuta asing domestik.

Sejumlah ekonom menilai bahwa Bank Indonesia (BI) masih memiliki ruang untuk menyesuaikan kebijakan moneter, termasuk kemungkinan menaikkan suku bunga acuan. Menurut salah satu ekonom senior, langkah tersebut dapat menjadi instrumen penting untuk menahan depresiasi rupiah dan menstabilkan inflasi yang mulai menunjukkan tanda kenaikan.

  • Rupiah berada di kisaran 15.200–15.400 per dolar, melemah dibandingkan rata‑rata tiga bulan terakhir.
  • Inflasi inti bulan ini diproyeksikan naik menjadi 3,5 % tahun 2024.
  • Dolar AS menguat 0,7 % terhadap sekuritas utama pada sesi perdagangan Asia.

Jika BI memutuskan untuk meningkatkan suku bunga, hal tersebut diharapkan akan memperkuat daya tarik obligasi pemerintah bagi investor asing, sekaligus menurunkan arus keluar modal. Namun, ekonom juga mengingatkan bahwa kebijakan yang terlalu ketat dapat menekan pertumbuhan ekonomi domestik yang masih dalam proses pemulihan pasca‑pandemi.

Dengan demikian, keputusan BI ke depan akan bergantung pada keseimbangan antara menjaga stabilitas nilai tukar dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Pemantauan terus‑menerus terhadap perkembangan pasar valuta asing serta data inflasi akan menjadi faktor kunci dalam menentukan langkah selanjutnya.