Rupiah Ditutup Tergelincir ke Rp 17.529 per Dolar AS, Pasar Dibayangi Perang AS-Iran

LintasWarganet.com – 12 Mei 2026 | Rupiah berakhir pada penutupan sesi perdagangan dengan nilai Rp 17.529 per dolar Amerika Serikat, menandai penurunan lebih lanjut dibandingkan level sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang menimbulkan ketidakpastian di pasar keuangan global.

Investor domestik dan asing menanggapi sentimen negatif tersebut dengan meningkatkan permintaan safe‑haven, sehingga menekan nilai tukar rupiah. Pada hari yang sama, indeks saham utama juga mencatat penurunan, memperkuat gambaran pasar yang lemah.

Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan melakukan intervensi nilai tukar mulai besok. Menurut pejabat senior BI, Purbaya, langkah intervensi akan difokuskan pada penyerapan tekanan jual dan menjaga aliran modal asing tetap stabil. Intervensi ini dapat melibatkan penjualan devisa di pasar spot untuk menurunkan permintaan dolar.

  • Target intervensi: stabilisasi kurs di kisaran Rp 17.400‑Rp 17.500 per dolar.
  • Instrumen: penjualan valuta asing melalui pasar spot dan forward.
  • Harapan: menurunkan volatilitas dan menarik kembali aliran masuk modal.

Berikut rangkuman pergerakan nilai tukar rupiah dalam tiga hari terakhir:

Tanggal Kurs (Rp/USD)
Senin Rp 17.400
Selasa Rp 17.470
Rabu Rp 17.529

Para analis memperkirakan bahwa jika ketegangan geopolitik tidak mereda, tekanan pada rupiah dapat berlanjut. Namun, intervensi cepat dari BI diharapkan dapat meredam fluktuasi ekstrim dan memberi ruang bagi kebijakan moneter jangka menengah.