Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 17.529 per Dolar AS, Pasar Dipengaruhi Ketegangan AS-Iran

LintasWarganet.com – 12 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah pada sesi perdagangan Selasa, 12 Mei 2024, berakhir melemah menjadi Rp 17.529 per dolar Amerika Serikat, mencatat penurunan dibandingkan penutupan sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap konflik yang semakin memanas antara Amerika Serikat dan Iran serta data ekonomi AS yang baru dirilis.

Berikut beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan mata uang nasional:

  • Ketegangan geopolitik: Eskalasi militer antara Amerika Serikat dan Iran menimbulkan kekhawatiran investor global, yang cenderung beralih ke aset safe‑haven seperti dolar AS, sehingga menekan nilai rupiah.
  • Data ekonomi AS: Rilis data lapangan kerja dan inflasi AS yang menunjukkan tekanan pada kebijakan moneter menambah volatilitas di pasar valuta asing.
  • Sentimen domestik: Aliran modal asing keluar serta permintaan dolar untuk pembayaran impor memperkuat tekanan jual pada rupiah.

Berikut rangkuman penutupan nilai tukar rupiah dalam beberapa hari terakhir:

Tanggal Penutupan (Rp/USD)
9 Mei 2024 Rp 17.410
10 Mei 2024 Rp 17.460
11 Mei 2024 Rp 17.490
12 Mei 2024 Rp 17.529

Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar bila diperlukan. Namun, pihak otoritas juga mengingatkan bahwa faktor eksternal, terutama dinamika politik internasional, dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar di luar kendali domestik.

Investor disarankan untuk memantau perkembangan situasi geopolitik serta data ekonomi utama, khususnya kebijakan suku bunga Federal Reserve, yang dapat memperkuat atau melemahkan dolar AS secara signifikan. Diversifikasi portofolio dan penggunaan instrumen lindung nilai menjadi strategi yang relevan untuk mengurangi risiko nilai tukar.