Rompi QRIS di Ujung Jalan: Transformasi Sistem Parkir di Surabaya
Rompi QRIS di Ujung Jalan: Transformasi Sistem Parkir di Surabaya

Rompi QRIS di Ujung Jalan: Transformasi Sistem Parkir di Surabaya

LintasWarganet.com – 15 Juni 2026 | Di beberapa ruas jalan utama Kota Surabaya, Jawa Timur, tampilan area perparkiran mulai mengalami perubahan signifikan. Pemerintah kota bersama pihak swasta meluncurkan inisiatif penggunaan Rompi QRIS, sebuah pakaian kerja yang dilengkapi kode QR untuk memfasilitasi pembayaran digital pada layanan parkir jalanan.

Inisiatif ini menggantikan praktik pembayaran tunai konvensional yang selama ini menjadi standar. Setiap petugas parkir kini mengenakan rompi berwarna cerah dengan QR code yang terhubung langsung ke sistem pembayaran QRIS nasional. Pengendara cukup memindai kode tersebut menggunakan aplikasi perbankan atau e‑wallet, memilih durasi parkir, dan menyelesaikan transaksi dalam hitungan detik.

Berikut beberapa keunggulan yang diharapkan dari penerapan Rompi QRIS:

  • Kecepatan transaksi: Proses pembayaran menjadi hampir instan, mengurangi antrean di titik parkir.
  • Transparansi: Semua data transaksi tercatat secara digital, memudahkan audit dan pelaporan.
  • Keamanan: Mengurangi risiko uang tunai hilang atau dipalsukan.
  • Kemudahan bagi pengguna: Pengendara tidak perlu membawa uang tunai, cukup dengan ponsel.
  • Pengelolaan data: Pemerintah dapat memantau tingkat kepadatan parkir secara real‑time.

Implementasi ini dimulai pada awal Mei 2024 dengan pilot project di tiga kawasan utama: Jalan Ahmad Yani, Jalan Basuki Rahmat, dan kawasan perbelanjaan di sekitar Tunjungan Plaza. Selama fase percobaan, pihak terkait melakukan sosialisasi melalui media sosial, papan informasi, dan pelatihan intensif bagi petugas lapangan.

Respon masyarakat beragam. Sebagian pengguna mengapresiasi kemudahan dan kecepatan layanan, sementara sebagian lainnya menyuarakan kekhawatiran terkait aksesibilitas bagi mereka yang belum memiliki aplikasi pembayaran digital. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah menyediakan opsi pembayaran QRIS melalui kartu prabayar yang dapat diisi di minimarket terdekat.

Secara finansial, penggunaan Rompi QRIS diprediksi dapat meningkatkan pendapatan daerah dari sektor parkir hingga 15 persen dalam enam bulan pertama, berkat efisiensi pengumpulan tarif dan pengurangan kebocoran pendapatan.

Keberhasilan pilot project ini akan menjadi acuan bagi kota‑kota lain di Indonesia yang ingin mengadopsi sistem parkir berbasis QRIS, sejalan dengan agenda Digitalisasi Layanan Publik yang dicanangkan pemerintah pusat.