Respons Kenaikan BI Rate, BCA Syariah Perkuat Sumber Dana Murah
Respons Kenaikan BI Rate, BCA Syariah Perkuat Sumber Dana Murah

Respons Kenaikan BI Rate, BCA Syariah Perkuat Sumber Dana Murah

LintasWarganet.com – 22 Juni 2026 | Bank Central Asia (BCA) Syariah menanggapi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dengan memperkuat sumber dana murah guna mempertahankan daya saing produk pembiayaan syariah.

Kenaikan BI Rate yang terjadi pada kuartal pertama 2026 menambah beban biaya dana bagi seluruh bank. Sebagai respons, BCA Syariah meningkatkan upaya pengumpulan dana yang bersumber dari tabungan dan deposito nasabah, serta memperluas instrumen pembiayaan berbasis sukuk.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per April 2026 menunjukkan bahwa total dana pihak ketiga (DPK) industri perbankan tumbuh 11,39 percent YoY menjadi Rp 10.077 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan likuiditas di sektor perbankan meskipun suku bunga berada pada level yang lebih tinggi.

Indikator Nilai
DPK Industri Perbankan (April 2026) Rp 10.077 triliun
Pertumbuhan YoY 11,39 %

Berikut langkah‑langkah strategis yang diambil BCA Syariah:

  • Memperluas jaringan cabang digital untuk mempermudah pembukaan rekening tabungan dan deposito berbasis syariah.
  • Mengoptimalkan program loyalitas bagi nasabah korporasi dan ritel agar meningkatkan penempatan dana jangka menengah.
  • Menerbitkan sukuk domestik dengan tenor variatif untuk menarik investor institusi yang mengincar imbal hasil kompetitif.
  • Berkoordinasi dengan OJK dalam rangka mempercepat proses perizinan produk dana baru yang sesuai prinsip syariah.
  • Menjalin kemitraan dengan fintech syariah untuk memperluas akses pendanaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dengan memperkuat basis dana murah, BCA Syariah diharapkan dapat menjaga tingkat suku bunga pembiayaan tetap kompetitif, sekaligus mendukung pertumbuhan kredit produktif di tengah kondisi moneter yang menantang.

Ke depan, BCA Syariah akan terus memantau dinamika kebijakan moneter dan menyesuaikan strategi pengelolaan dana guna memastikan stabilitas likuiditas serta kontribusi positif terhadap inklusi keuangan syariah di Indonesia.