Purbaya Sebut Restrukturisasi Whoosh Sudah Clear, Tinggal Tunggu Proses Administratif Rampung

LintasWarganet.com – 11 Mei 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi menegaskan bahwa proses restrukturisasi proyek kereta cepat Whoosh telah selesai secara teknis dan kini hanya menunggu selesainya prosedur administratif di Jakarta. Menurutnya, semua pihak terkait telah menyepakati ulang skema pembiayaan, jadwal pelaksanaan, serta peran masing‑masing investor, sehingga tidak ada lagi hambatan struktural yang menghalangi proyek.

Proyek Whoosh, yang direncanakan menghubungkan Jakarta‑Bandung dengan kecepatan hingga 350 km/jam, sempat terhenti sejak 2022 karena permasalahan pendanaan dan perubahan kebijakan. Pemerintah kemudian membentuk tim khusus untuk meninjau kembali rencana bisnis, mengkaji ulang kontrak, dan mencari sumber dana tambahan, termasuk kemungkinan partisipasi swasta dan lembaga keuangan internasional.

Berikut rangkuman langkah‑langkah utama yang telah diselesaikan dalam restrukturisasi:

  • Revisi struktur kepemilikan dengan menambah saham bagi investor strategis.
  • Pembaruan skema pendanaan, mengalihkan sebagian besar pembiayaan ke obligasi berjangka menengah.
  • Penyesuaian jadwal konstruksi, menunda fase tertentu namun tetap mempertahankan target operasional 2027.
  • Penyusunan mekanisme pengawasan yang melibatkan Kementerian Keuangan, Bappenas, dan regulator transportasi.

Dengan semua elemen teknis sudah disepakati, Purbaya menambahkan bahwa “tahapan selanjutnya adalah proses perizinan, persetujuan anggaran, serta verifikasi dokumen yang diperlukan oleh berbagai lembaga pemerintah”. Ia menekankan pentingnya percepatan administrasi agar investasi yang telah dijanjikan dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

Para pengamat ekonomi menilai bahwa keberhasilan restrukturisasi Whoosh dapat menjadi contoh bagi proyek‑proyek infrastruktur besar lainnya yang menghadapi kendala serupa. Jika proses administratif selesai tepat waktu, proyek ini diperkirakan akan menyerap ribuan tenaga kerja, meningkatkan konektivitas regional, serta menstimulasi pertumbuhan sektor pariwisata dan logistik.